alexametrics

Cara Benar Memilih Jas Hujan Agar Aman Berkendara

17 Februari 2020, 19:25:30 WIB

JawaPos.com – Musim hujan seperti ini semua kegiatan rutin pasti terhambat, apalagi bagi Anda yang biasa melakukan aktivitas dengan sepeda motor. Namun biasanya untuk menunjang aktivitas agar terlindungi dari hujan Anda harus sedia jas hujan.

Perlengkapan ini akan membuat tubuh lo terlindungi dari basah selama berkendara. Seperti apa jas hujan yang pas digunakan pengendara motor? Bagaimana cara memilihnya? Sebaiknya jangan sembarangan memilih jas hujan, ada beberapa sebelum menentukan pilihan.

Tentukan Bahan yang Pas

Seperti memilih pakaian pada umumnya, Anda harus tahu karena beberapa jenis berdasarkan bahannya. Anda bisa menentukan pilihan sesuai selera dan pertimbangan pribadi. Misalnya jas hujan berbahan plastik, jas hujan berbahan PVC, jas hujan berbahan parasut, dan jas hujan berbahan nylon campuran.

Jas hujan berbahan plastik biasanya dijual dengan harga lumayan murah. Namun bahannya tidak mampu bertahan lama alias tidak awet. Kalau jas hujan berbahan PVC memiliki karakteristik ringan dan tidak terlalu tebal. Kekurangan dari bahan jaket ini adalah mudah sobek bila memakainya tidak hati-hati.

Sedangkan jas hujan berbahan parasut mempunyai daya tahan air lebih kuat dibanding bahan PVC. Ciri bahan ini adalah ringan, halus, serta memiliki permukaan tebal. Kalau jas hujan berbahan nylon campuran yang disertai rangkaian lapisan.

Dari keempat jas hujan di atas bahan parasut adalah jenis yang paling disarankan bagi pengendara motor. Jas hujan ini memiliki sifat anti air yang cukup rapat, tidak berat, serta halus. Usai memakai jas hujan parasut, lo dianjurkan mengeringkannya terlebih dahulu sebelum dilipat.

Pilih Warna Mencolok

Biasanya penglihatan pengendara motor akan mudah terganggu ketika hujan turun dengan deras. Itu alasan memilih jas hujan dengan warna yang mencolok.

Ketika mengenakan jas hujan berwarna mencolok, posisi Anda lebih mudah diperhatikan orang lain di jalan raya sekalipun hujan turun deras. Penglihatan pengemudi lain juga lebih awas ketika Anda memakai jas hujan berwarna cerah di malam hari.

Contoh warna terang yang bisa Anda pilih untuk jas hujan adalah warna oranye. Usahakan cari warna yang dapat memantulkan sinar atau sorotan lampu, misalnya seperti hijau atau pink.

Sesuaikan Ukuran dengan Badan Anda

Ukuran juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan pengendara motor saat memilih jas hujan. Pastikan jas hujan yang Anda pilih benar-benar sesuai dengan tinggi dan berat badan. Hal ini sangat menunjang kenyamanan dan keamanan selama berkendara.

Resleting Berbahan Dasar Kuningan atau Tembaga

Hal sepele tapi penting, resleting jas hujan berbahan kuningan atau tembaga umumnya berusia panjang. Lain halnya dengan resleting berbahan besi atau plastik yang lebih mudah terlepas ketika dipakai. Plastik diketahui rawan rusak, sementara besi mudah berkarat bila sering terkena air.

Hindari Jas Hujan Model Ponco

Sebagian orang juga kerap menggunakan jas hujan model ponco saat berkendara. Ada sejumlah alasan mengapa jas model ini banyak digunakan pengendara motor. Mulai dari harganya yang murah hingga praktis saat dipakai. Namun jas hujan ini kurang cocok dikenakan pengendara motor.

Jas hujan model ponco bisa menganggu keamanan dan kenyamanan pengendara lain, khususnya bila pemakai jas ini membawa motor dengan tergesa-gesa. Hujan yang lebat juga akan memperburuk situasi.

Jas model ponco juga berisiko mencelakai penggunannya sendiri. Pasalnya, Anda tidak akan sadar ketika ada bagian jas hujan ini masuk ke dalam jeruji roda. Jadi, jauhi jas hujan model ini.

Nah jangan lupa, Anda juga harus mencari mencari shoe cover atau pelindung sepatu ketika membeli jas hujan. Perlengkapan ini penting untuk dibawa, khususnya buat Anda yang aktif menggunakan motor setiap hari. Pengguna motor dianjurkan mencari pelindung sepatu dengan bentuk tertinggi. Agar  shoe cover yang tinggi  lebih mudah dimasukkan ke dalam kaki jas hujan.

Editor : Eko Putra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads