Akibat Kelangkaan Chip, Honda BR-V Sensing Harus Inden 3 Bulan

16 Februari 2022, 04:39:57 WIB

JawaPos.com – Pada ajang GIIAS 2021 lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi mengumumkan harga All New Honda BR-V di Indonesia. Generasi kedua dari model 7-Seater LSUV Honda, Honda BR-V, ditawarkan dalam 5 varian dengan harga mulai dari Rp 275,9 Juta

Pada Honda BR-V tipe tertinggi yakni tipe Prestige, ditanamkan fitur canggih bernama Honda Sensing. Pada Honda Sensit, terdapat enam fitur keamanan yang bisa digunakan oleh pengendara buat membantu mereka agar lebih aman lagi saat bermanuver menggunakan All New BR-V.

Keenam fitur di Honda Sensing tersebut adalah Collision Mitigation Braking System (CMBS), Lane Keeping Assist System (LKAS), serta Adaptive Cruise Control (ACC). Ada juga fitur Lead Car Departure Notification System (LCDN), Road Departure Mitigation System (RDM), dan Auto High Beam (AHB).

Dengan segala kecanggihannya, sayangnya buat konsumen yang ingin memiliki All New BR-V tipe tersebut mesti menunggu agak lebih lama. Karena krisis chip global yang turut pula berdampak pada industri otomotif, setidaknya diperlukan waktu inden selama tiga bulan untuk BR-V dengan Honda Sensing agar bisa terparkir di garasi rumah konsumen.

Public Relations and Digital Manager HPM Yulian Karfili menjelaskan, kelangkaan chip semi konduktor yang masih berlangsung hingga saat ini membuat produksi HPM mengalami hambatan. Padahal permintaan masyarakat sudah mulai membaik, ditambah dengan adanya insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

“Salah satu model yang terkena dampak dari kelangkaan chip semikonduktor ini adalah All-New Honda BR-V yang baru diluncurkan pada September 2021. Akibat permintaan yang tinggi di tengah keterbatasan pasokan chip semikonduktor, inden untuk All-New BR-V with Honda Sensing sudah mencapai sekitar 3 bulan,” ujarnya melalui diskusi daring Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Selasa (15/2).

Hal ini jelas menjadi hambatan HPM dalam mencapai target penjualan All New BR-V secara keseluruhan. Padahal model ini tadinya diharapkan bisa menjadi backbone penjualan Honda.

“Ekspektasi kami tadinya waktu diluncurkan dan kita baru mulai pengiriman di awal Januari, itu bisa menjadi salah backbone untuk penjualan Honda. Yang terjadi sekarang memang demand-nya sangat tinggi dan ini masih berlanjut sampai sekarang,” lanjut Yulian.

Dia menambahkan, untuk All-New Honda BR-V with Honda Sensing, peminatnya paling besar hingga 70 persen dibandingkan varian lain. Sayangnya chip semikonduktor mengalami kelangkaan, padahal komponen ini banyak digunakan oleh model yang memiliki teknologi tinggi seperti yang menggunakan Honda Sensing.

Sebagai informasi, chip semikonduktor sendiri merupakan komponen dasar untuk seluruh fungsi elektronik dan komputerisasi. Makin tinggi teknologinya, makin canggih fiturnya, maka akan semakin banyak menggunakan chip semikonduktor.

“Kalau demand tinggi, kita tidak bisa memasok karena keterbatasan komponen. Saat ini yang lebih bisa diproduksi oleh fasilitas produksi adalah All-New Honda BR-V yang tidak menggunakan Honda Sensing, ini pasokannya lebih tinggi,” tandas Yulian.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads