alexametrics

Penerapan Kebijakan Euro4, Isuzu Akan Sesuaikan Harga Jual

16 Februari 2020, 23:55:17 WIB

JawaPos.com – Tak lama lagi Indonesia akan menerapkan semua kendaraan bermesin diesel harus sudah memenuhi standar emisi Euro4. Ini artinya semua merek mobil di Indonesia secara otomatis akan ada penyesuaian di bagian mesin mobil.

Pastinya akan ada penambahan komponen, dan bukan tidak mungkin harga jual mobil akan mengalami kenaikan. Namun untuk kisaran berapa kenaikan harga mobil berstandar Euro4 memang belum ditentukan.

Terkait hal ini, Tonton Eka, General Manager Product Development PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memberikan penjelasan. Menurutnya secara logika yang tadinya menggunakan part-nya hanya satu saja kemudian ditambah satu part lagi berarti ada tambahan part.

“Terkait ada penambahan part cost-nya mahal atau tidak, kan teknologi sudah diesel common rail sudah global jadi normal-normal saja,” ujarnya beberapa waktu lalu saat acara Bincang Pintar Kemenhub, Kemenperin, Media dan Isuzu di Jakarta.

Tonton juga menambahkan kalau kenaikan harga jual mobil itu relatif, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Dalam penerapan harga harus disesuaikan dengan daya beli konsumen.

“Jadi enggak serta merta misalnya sebelum diterapkan Euro4 harga mobil Rp200 juta, lalu ditambah dua komponen masing-masing Rp2 juta, jadi perkiraannya menjadi Rp204 juta. Lalu kami jual segitu, ya tidak. Jadi ada hitungan-hitungan lagi, itu ada kebijakan sendiri lah,” terangnya.

Saat ini mesin diesel common rail menjadi satu-satunya andalan Isuzu dalam menerapkan regulasi standar emisi Euro4 yang akan berlaku mulai Apil 2021. Mesin tersebut punya teknologi yang dapat mengatur bahan bakar secara elektronik.

Penggunaan common rail diklaim mampu menurunkan emisi, kebisingan, meningkatkan kinerja mesin, serta mengendalikan tekanan injeksi sebagai respons terhadap putaran mesin.

Di samping common rail, Isuzu juga akan menambahkan dua komponen utama untuk mengurangi emisi gas buang supaya sesuai dengan standar Euro4. Pertama adalah adalah Exhaust Gas Recirculation (EGR).

Dimana komponen ini berfungsi untuk melakukan sirkulasi gas buang sehingga temperatur intake tidak terlalu tinggi (NOx). Kedua, Diesel Oxidation Catalyst (DOC) yang berfungsi untuk menurunkan NOx dan particulate matter (PM).

Editor : Eko Putra



Close Ads