alexametrics

Wuling Tak Mau Tanggung Jawab Terkait Produk Chevrolet di Indonesia

14 November 2019, 07:15:56 WIB

JawaPos.com – Saat ini siapa yang tak tahu merek Wuling? Ya, produk otomotif merek Cina ini sudah merangsek ke Indonesia menggeser pesaingnya yang lebih dulu bercokol di Tanah Air. Meskipun belum banyak mempunyai line up namun gebrakan Wuling bisa dibilang luar biasa dalam hal strategi dan investasi.

Namun belakangan muncul rumor kalau hengkangnya GM Indonesia dengan produknya merek Chevrolet diantaranya adalah penyebabnya Wuling. Namun konon ini adalah strategi global, pasalnya Wuling adalah produk SGMW Motor Indonesia. Perusahaan patungan bentukan GM China dan sejumlah perusahaan lain.

Di lain sisi tidak dipungkiri kalau keputusan itu diambil karena melihat penjualan Chebrolet yang terus turun dari waktu ke waktu. Menanggapi hal ini pihak Wuling enggan berkomentar banyak.

Seperti diketahui, Wuling dalam mengisi segmen SUV, Wuling Motors mengandalkan Almaz yang sebenarnya adalah rebadge dari Chevrolet Captiva. Sebagai informasi Wuling Motors menjadi basis produksi Chevrolet Captiva untuk pasar Thailand dan Brunei Darussalam.

“Bicara Chevrolet ini kan beda merek, saya tak bisa menjawab, silahkan saja langsung tanya ke yang bersangkutan. Kita akui dalam SGMW itu GM punya share besar, namun itu di Cina. Saat kita datang ke Indonesia itu sebagai SGMW, beda dengan GM di sini,” ujar Dian Ashmahani, Brand Manager Wuling Motors.

Dian juga mempertegas kalau antara Wuling Almaz dengan Chevrolet Captiva ini punya wilayah pemasaran yang berbeda. Pastinya Wuling Motors tidak bisa memasarkan Captiva berbarengan dengan Almaz di Indonesia. Pihaknya hanya fokus untuk memasarkan Wuling Almaz di pasar domestik, bukan produk sejenis dari Chevrolet.

Dirinya menerangkan kalau saat ini belum ada rencana Chevrolet Captiva di Thailand dijual di sini. Itu untuk dipasarkan di domestiknya Thailand. Meskipun ada kerjasama, terkait after sales Chevrolet, pihak Wuling Motors melum ada penunjukan menjadi authorized bengkel Chevrolet.

Seperti diketahui authorized ini untuk pengecekan rutin kendaraan, perbaikan, perawatan, pembelian fast-moving spare parts, beserta layanan garansi.

Ini yang membuat kekhawatiran konsumen yang ditinggalkan “induk semangnya”, pastinya banyak diler yang melayani purna jual Chevrolet akan bertumbangan. Ini belajar dari kasus Ford yang meninggalkan Indonesia, meskipun setelah beberapa lama muncul pengganti importir resmi yang menghendel.

Tak banyak komentar dari Dian yang mewakili Wuling terkait purna jual. Ia belum berani memastikan apakah nantinya pihak Wuling Motors diserahi tanggung jawab oleh GM untuk melayani purna jual mobil Chevrolet di Indonesia.

Editor : Eko Putra



Close Ads