alexametrics

Menko Luhut Usul Kendaraan Dinas Gunakan Mobil Listrik

14 Agustus 2019, 18:02:04 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan agar pengadaan kendaraan dinas tahun depan bisa dialokasikan untuk kendaraan-kendaraan listrik buatan anak bangsa. Hal tersebut menurut Luhut karena kualitas udara Jakarta sudah buruk.

Hal itu diungkapkan Luhut pada acara Indonesianisme Summit 2019 Ikatan Alumni ITB di JCC, Jakarta, Selasa (13/08).
Dirinya mengungkapkan tengah mengusulkan dana APBN untuk mobil listrik pada 2020 mendatang.

“Kami usulkan kalau boleh nanti APBN tahun depan itu, kalau boleh ya kita (untuk mobil listrik) mau coba, kalau sudah siap infrastukturnya ya kalau di Jakarta terutama, kalau di daerah-daerah lain kan mungkin belum siap ya,” kata Luhut.

Menko Luhut memaparkan alasan Jakarta sebagai fokus utama dikarenakan cuaca di Jakarta sudah sangat parah yakni 65 persen polusi di Jakarta karena ‘hutan darat’. “Sekarang Jakarta ini kan sudah jorok udaranya. Jadi memang mobil listrik itu pilihan terbagus,” tambahnya.

Sementara mengenai harga mobil listrik itu sendiri, menurut Menko Luhut jika memang terbilang mahal, maka baterainya akan dibuat sendiri. “Pasti kan cost-nya menurun, tapi kan cost itu juga ada harga dengan udara yang bersih,” ucapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa untuk baterai listrik kendaraan yang ada di Indonesia harus dibuat lokal. Menurutnya meski saat ini belum ada yang memproduksi baterai mobil listrik, Indonesia dianggap punya sumber dan kemampuan untuk membuat baterai secara lokal.

“Kalau baterai harus dibikin di dalam negeri karena apa? karena baterai itu berat, gotong-gotong baterai itu berat, dan ongkosnya tinggi, jadi seluruh indsutri mobil listrik, baterai itu harus dibuat lokal,” ujar Airlangga kepada wartawan, di gedung Kementerian Perindustrian, Selasa (13/8).

Meski begitu Airlangga menyebut, bukan berarti produksi mobil listrik menunggu kesiapan produksi baterai. Karena keduanya saling berhubungan antara baterai dengan mobilnya. “Harus bareng, karena kalau ada baterai harus ada mobil, kalau ada mobil harus ada baterai,” pungkasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads