alexametrics

Pelaku Usaha Mobkas Dukung Wacana Pembatasan Usia Kendaraan di Jakarta

13 Agustus 2019, 17:17:21 WIB

JawaPos.com – Jalanan di Jakarta erat dengan stigma polusi, semrawut, dan kemacetan. Namun, yang paling disorot adalah isu polusi udara di Jakarta yang belakangan menduduki peringkat paling tidak sehat dibanding kota-kota di dunia lain. Polusi datang dari banyak sumber, namun yang paling bisa terlihat adalah industri dan kendaraan bermotor.

Terkait hal itu, muncul wacana pembatasan usia kendaraan, dalam hal ini mobil. Rencananya usia mobil akan dibatasi maksimal 10 tahun. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan di Jakarta dan tentunya mengurangi polusi.

Dengan adanya wacana tersebut, pelaku usaha mobil bekas (mobkas) menyebut tidak akan banyak berpengaruh bagi iklim usaha mobkas. Sebagaimana diketahui, saat ini mobkas yang banyak dijual memang keluaran tidak terlalu baru dengan usia pakai 3-5 tahun lebih.

Soal pembatasan usia mobil yang tidak akan berdampak signifikan ke pelaku mobkas disampaikan oleh CEO BeliMobilGue, Johnny Widodo. Dia menyampaikan, pembatasan usia mobil justru sangat positif bagi pelaku usaha mobkas.

“Orang kalau beli mobil baru, pada saat mau jual mobil biasanya saat usia mobilnya berusia 3-7 tahun. Kalau ada wacana pembatasan usia maksimal mobil 10 tahun di Jakarta, ya jualnya otomatis jadi lebih cepat, bagus itu buat kami,” jelas Johnny di Jakarta, Selasa (13/8).

Johnny melanjutkan, jika DKI jadi membatasi usia penggunaan mobil, demand mobkas tetap tinggi dan beralih ke daerah. “Coba lihat kendaraan-kendaraan di Jakarta kebanyakan mobil baru, beda dengan di daerah. Ya, semua mobil lama lari ke daerah. Di sinilah peluang bagi kami,” sambungnya.

Kendaraan-kendaraan bekas yang lari ke daerah juga dikatakan terjadi secara natural. “Sama seperti mobil atau motor lawas, di Jakarta mungkin sudah jarang, tapi di daerah masih eksis,” pungkas Johnny.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto

Close Ads