alexametrics

Mobil Sejuta Umat Peminatnya Paling Tinggi di Pasar Mobkas

13 Agustus 2019, 22:04:53 WIB

JawaPos.com – Sektor otomotif nasional tak hanya ditunjang dari penjualan mobil baru. Mobil-mobil bekas atau mobkas juga menyumbang angka yang tak kecil dalam transaksi jual beli mobil.

Terkait mobkas, CEO BeliMobilGue Johnny Widodo menyampaikan, market mobkas saat ini masih sangat besar. “Pasar mobil bekas tiga kali lipat penjualan mobil baru. Satu bulan, rata-rata 300 ribu mobkas terjual,” ujar Johnny di Jakarta, Selasa (13/8).

Menurut Johnny, mobkas yang sampai saat ini paling banyak diminati adalah ‘mobil sejuta umat’. Maksudnya adalah mobil-mobil mainstream yang banyak beredar di jalanan. “Mobil bekas adalah turunan dari mobil baru, jadi penjualan mobkas mengacu pada mobil baru. Yang paling banyak dicari ya jenis-jenis yang laris pada mobil baru entah dari mobil murah ramah lingkungan (LCGC) atau kendaraan multifungsi (MPV). Mereknya juga demikian,” sambungnya.

Johnny melanjutkan, mobkas yang paling banyak dicari biasanya Avanza dari Toyota, Xenia dari Daihatsu, dan LCGC lainnya. “Tanya saja Gaikindo, lihat siapa yang paling laku, ya itu dia mobkas yang paling banyak dicari juga,” lanjutnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Gaikindo, mobil-mobil yang paling banyak dibeli masyarakat adalah mobil berjenis LCGC, MPV atau SUV dengan bujet yang tidak terlalu mahal. Pada periode April 2019, Mitsubishi Xpander menduduki posisi puncak dengan angka distribusi sebanyak 4.624 unit. Demand yang tinggi juga terjadi pada mobil LCGC 7-seater ini dengan mencatatkan angka penjualan wholesale (dari pabrik ke diler) sebanyak 3.963 unit.

Model lainnya yakni duet MPV Toyota Kijang Innova dan Avanza. Innova pada periode Juni 2019 tercatat berhasil terjual 3.543. Sementara Avanza, penjualan wholesale MPV sejuta umat ini turun akibat persaingan dengan Mitsubishi Xpander dari 7.362 unit menjadi 3.543 unit. Terakhir untuk mobil paling laris di Indonesia ada Toyota Rush yang terjual di angka 2.835 unit hingga Juni lalu.

“Kalau mau harga mobilnya tetap tinggi, carilah mobil sejuta umat. Supply and demand menentukan harga mobil, kalau mobil itu demandnya tinggi ya harganya pasti tinggi,” tutup Johnny.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads