alexametrics

Menjajal Tiguan Allspace, SUV Mewah Besutan Volkswagen

11 November 2019, 17:21:50 WIB

JawaPos.com – Bertepatan dengan gelaran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang Selatan, akhir Juli lalu, PT Garuda Mataram Motor (GMM) resmi memperkenalkan mobil Volkswagen (VW) Tiguan Allspace terbaru. SUV dari merek asal Jerman itu kini sudah diproduksi lokal dengan memanfaatkan fasilitas perakitan milik Indomobil Grup di Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Sebagai informasi, VW Tiguan Allspace ditawarkan dengan harga Rp 598 jutaan. Mobil racikan Jerman tersebut terkenal mewah yang membawa konsep 7-seaters.

Masih hangat soal VW Tiguan Allspace yang sampai saat ini masih belum banyak beredar ke konsumen lantaran proses perakitan dan pengiriman yang masih berjalan, JawaPos.com berkesempatan langsung menjajal mobil tersebut. Memanfaatkan kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, SUV mewah dari merek legendaris itu kami jajal.

Kesan pertama, mobil ini memiliki tampilan lebar, lega dari bagian luar dan sporty langsung terlihat. Cukup mewah di bagian luar meski mobil ini adalah SUV. Masuk lebih dalam, kabin VW Tiguan Allspace langsung menawarkan aura mewah. Sektor jok dilapisi material kulit. Kesan lega, luas, mewah dan sporty bercampur jadi satu.

Saat menjajal SUV mewah ini, kami menempati dua peran sekaligus, sebagai pengemudi, dan sebagai penumpang. Saat menjadi pengemudi, pada jok sopir, ketinggian dan kemiringan jok bisa diatur melalui tombol elektrik. Tersedia juga fitur memori seat untuk menyimpan setingan jok pengemudi sesuai selera dan kenyamanan pengemudi.

Lingkar setir dan panel instrumen digital multifungsi menawarkan kesan sporty dan canggih. Pada lingkar setirnya juga sudah mengusung model flat bottom steering, lengkap dengan beberapa tombol fungsi di sana. Setirnya dibalut dengan material kulit. Hal tersebut membuat cengkeraman tangan menjadi lebih nyaman.

Soal pengalaman mengendarai mobil ini, dengan harga menyentuh setengah miliar rupiah lebih tentu menawarkan pengalaman berkendara yang mengesankan. Kabinnya benar-benar senyap. Suara sekitar, macetnya jalanan di luar mobil dan suara mesin hampir tak terdengar. Kondisi kabin yang nyaman juga ditopang dengan sejuknya AC 3 Zone Climatronic System. Panasnya udara luar jelas tak terasa.

VW Tiguan Allspace mengusung mesin 1,4 liter TSI dengan teknologi turbo. Mesin tersebut bisa menyemburkan tenaga maksimal hingga 150 dk pada 5.000 – 6.000 rpm dan torsi 250 Nm pada 1.500-3.500 rpm. Mesin ini dikombinasikan dengan sistem transmisi dual clutch transmision (DCT) 6-percepatan. Dari sisi pengemudi, mobil menawarkan empat mode berkendara, yakni normal, comfortable, sporty, individual, dan eco style.

Saat memakai mode sport, performa mobil terasa benar-benar responsif. Tak ada gejala turbo lag yang dirasakan. Tenaganya kontan. Pada mode sport, rev atau geberan rpm akan disetting lebih tinggi oleh komputer. Perpindahan gigi juga bisa dipilih sesuai selera oleh driver, mau komputer yang memilih pindah gigi atau memindahkan sendiri dengan tuas transmisi (+) dan (-) yang tersedia di belakang lingkar setir.

Tak hanya profil mesin yang berubah berdasarkan mode berkendara yang dipilih. Karakter suspensi dan bantingan kendaraan juga akan disesuaikan. Misalnya saja pada mode sport, suspensi akan disetting lebih rigid untuk mengimbangi performa mesin.

Pada mode normal, respons mesin terasa biasa saja. Pun dengan karakter suspensi dan dumper mobil ini kala melahap tikungan, jalan rusak atau berlubang, seperti mobil biasa pada umumnya.

Sementara saat menjajal mode comfort, sesuai namanya, profil mesin juga akan lebih santai namun tetap bisa diajak galak sewaktu-waktu. Pada mode ini, kami suka karakter suspensinya dan bantingannya. Halus dan sangat nyaman. Mobil ini dibekali dengan sistem parkir otomatis. Di sebelah kiri tuas transmisi, ada beberapa tombol yang tersedia untuk mengaktifkan sistem parkir otomatis. Pas buat yang belum mahir mengemudi dan kerap kesulitan saat parkir.

Sistem park assist-nya mampu melakukan manuver parkir paralel dan parkir tegak lurus. Dengan catatan, di sekitar area parkir ada mobil. Ya, hanya mobil. Sebab sistem hanya mendeteksi bahan metal yang dibaca sebagai mobil.

Park assist bekerja dengan metode parkir mundur memanfaatkan kecanggihan kamera 3D. Saat mode ini diaktifkan, sistem akan mengintervensi setir untuk bermanuver. Pengemudi tinggal menginjak pedal gas dan rem saja. Park assist pada mobil ini hanya bekerja untuk parkir. Saat kamu ingin keluar dari posisi parkir, silakan keluar sendiri.

Pada bagian tengah ada sistem entertainment dengan layar sentuh seluas 8 inci. Di bawahnya, ada tombol dan tuas kontrol AC. Di area penyimpanan depan, atau laci kiri depan bangku penumpang, di dalamnya ada CD changer. Di area laci juga bisa berfungsi sebagai cooler box atau kulkas untuk menyimpan minuman dingin.

Mobil ini memang menawarkan banyak opsi penyimpanan. Di bagian atas ada dua buah boks serba guna yang bisa digunakan menyimpan kacamata, tisu, kain lap atau benda kecil lainnya. Pada bagian dashboard tengah atas ada juga laci penyimpanan, awalnya kami kira itu adalah area speaker, ternyata area penyimpanan. Di bagian lain, misalnya di tengan dekat tuas transmisi ada juga laci kecil yang bisa digunakan sebagai asbak.

Pada bagian kursi penumpang depan sistem adjust kursi dibuat manual dengan tuas-tuas, bukan elektrik seperti kursi pengemudi. Duduk sebagai penumpang depan jelas tearasa lega, ruang kaki luas dan lebar. Di belakang atau kursi tengah baris kedua, VW Tiguan Allspace menawarkan kenyamanan yang cukup baik. Kursi bisa dimuat 3 orang dewasa dengan cukup nyaman.

Jika hanya dua penumpang, area tengan tersedia arm rest. Kursi tengah juga sudah tersedia headrest tiga buah. Namun sayangnya, pada bagian tengah terdapat gundukan, yang tentu sedikit mengganggu kenyamanan penumpang di tengah. Selain itu, di bagian tengah ini juga terdapat blower AC yang langsung menghadap ke badan penumpang bagian tengah sampai ke belakang.

Menjadi penumpang mobil ini, sama nyamannya dengan yang dirasakan sopir sesuai mode berkendara dan style mengemudi tentunya. Bantingan di kursi tengah masih sangat nyaman. Area ruang kepala lega, ruang gerak kaki penumpang kanan dan kiri juga demikian.

Pada area belakang atau baris ketiga, mobil ini bagi kami tak pantas disebut sebagai mobil 7-seater. Dengan pengalaman duduk di baris ketiga, mobil ini untuk penumpang dewasa tentu akan berkurang banyak kenyamanannya. Untuk anak-anak masih ok.

Ruang lutut sama seperti model mobil tiga baris populer lainnya seperti Toyota Avanza atau Innova. Sempit, dan kesan kurang bebas masih menjadi masalah mobil ini. Mobil ini lebih cocok disebut dengan konfigurasi tempat duduk 5+2, dua di depan, tiga di tengah dan tambahan dua penumpang anak-anak di kursi baris ketiga, bukan 7-seater yang sesungguhnya bisa memuat hingga 7 orang dewasa dengan nyaman.

Pada bagian belakang, ada bagasi yang cukup luas saat bangku baris ketiga digunakan. Di bagian bawah lantai bagasi juga bisa menyimpan ban cadangan dan beberapa tools darurat lainnya. Pintu bagasi dibuat mudah dengan satu tombol untuk membukanya. Mobil ini terbilang buas untuk segmen SUV. Fitur dan kecanggihannya juga lengkap. Kenyamanan pun demikian, sampai pada baris kedua, mobil ini masih memberikan pengalaman cruising yang nyaman dan memukau, lagi-lagi khas Eropa. Namun, di baris ketiga, sensasi mobil ini sama seperti SUV middle bahkan low segment. Tak benar-benar nyaman untuk mengangkut penumpang.

Foto-foto: Rian Alfianto/JawaPos.com

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads