alexametrics

Mobil Slip Saat Hujan? Jangan Panik, Ini Caranya

10 Desember 2018, 15:05:34 WIB

JawaPos.com – Permukaan jalan saat diguyur hujan menjadi lebih licin dibandingkan daripada saat kondisi normal. Jalan tergenang air atau aspal bercampur lumpur sering  membuat kendaraan mengalami Aquaplaning atau slip. Hal itu sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara.

Saat terjadi aquaplaning kendaraan bisa rawan over steering atau under  steering yang dapat membuat kendaraan melintir atau bablas dan sulit dikonrol oleh pengemudi. Aquaplaning bisa terjadi saat kendaraan mengalami kekurangan tekanan aingin, terlalu banyak air di permukaan jalan, kecepatan terlalu tinggi dan ban sudah gundul.

Terkait aquaplaning, Pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan Aquaplaning biasanya berawal dari motor dan mobil yang melintasi genangan air dengan kecepatan yang cukup tinggi. Saat terjadi Aquaplane kendaraan sulit dikontrol karena ban kehilangan traksi dengan jalan raya sehingga kendaraan sulit terkontrol.

Mobil Slip Saat Hujan? Jangan Panik, Ini Caranya
Ban yang kehilangan traksi karena Aquaplaning (Istimewa)

“Aquaplaning itu kondisi kendaraan slip dimana cengkraman ban terlepas dari permukaan jalan atau traksi ban berkurang. itu terjadi  pada saat ban dengan kecepatan relatif tinggi melintasi genangan air, sehingga traksi ban mengalami penurunan,” kata om Jusri pada JawaPos.com, Minggu (9/12)

Ia menganalogikannya seperti speed boath yang melayang-layang saat menyambar gelombang, atau batu tipis yang lu lempar ke air. Sekali terjadi mobil akan kehilangan kontrol karena ban tak memiliki pijakan di permukaan jalan.

“Jadi cara menyikapinya itu diantisipasi dari awal, Kalau ada genangan air kurangi kecepatan. Jangan sudah lihat genangan air dari jauh tapi masih main hajar atau menerabasnya dengan kecepatan tinggi. Kaya batu tipis tadi mobil terbang, berputar dan melintir karena slip sudah tak bisa dikontrol,” jelanya.

Untuk itu, dalam kondisi jalanan basah dan licin sebaiknya pengemudi baik motor atau mobil berkendara dengan kecepatan maksimal 60 Km/jam sehingga kendaraan mudah dikontrol dan pengereman bisa dilakukan dengan baik.

Slip yang terjadi pada kendaraan juga biasanya terjadi karena pengemudi melakukan pengereman dengan refleks dan tidak terkontrol sehingga bisa membuat motor atau mobil  limbung dan melintir hingga terbalik karena itu antisipasi dan berkendara dengan fokus yang tinggi menjadi kuncinya.

 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (wzk/JPC)



Close Ads
Mobil Slip Saat Hujan? Jangan Panik, Ini Caranya