alexametrics

Merasakan Ketangguhan Mitsubishi Outlander PHEV di Jalur Ekstrem

8 Februari 2020, 17:58:36 WIB

JawaPos.com – Proram pemerintah mengurangi emisi karbon menjadi perhatian dari produsen otomatif. Penggunaan mobil listrik adalah salah satu upaya untuk menjaga lingkungan lebih terjaga dari emisi karbon.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menunjukkan komitmen tersebut dengan meluncurkan produk hybrid dan electric vehicle (EV). Yaitu, Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Sejak diluncurkan pada Juli 2019, ternyata belum banyak pengendara yang memahami ketangguhan mobil jenis SUV tersebut.

Memiliki mesin gasoline 2.4 L motor dan baterai Outlander PHEV memang cocok dijajal untuk semua medan. Baik di dalam kota, lintasan antarkota, maupun di jalur ekstrem sekalipun. Untuk lintas ekstrem, Outlander PHEV benar-benar canggih. JawaPos.com berkesempatan menjajal ketangguhan mobil tersebut dalam test drive di Surabaya-Pasuruan-Jember-Banyuwangi, pada Minggu (2/2) hingga Senin (3/2) lalu.

Outlander PHEV memiliki tiga mode yang dapat dikombinasikan penggunaannya. Yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode, dan Parallel Hybrid Mode. EV Drive Mode, mobil ini melaju menggunakan tenaga listrik alias full baterai. Tidak memakai bahan bakar minyak (BBM). Untuk mode ini Outlander PHEV bisa melaju sejauh 50 hingga 60 km. Penggunaan mobil sejauh ini dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Jika kekuatan baterai menurun, mobil otomatis melaju dengan Series Hybrid Mode. Pada mode ini kendaraan menggunakan perpaduan tenaga listrik dan mesin. Ketika energi di baterai turun pada level tertentu, secara otomatis mesin gasoline 2.4 L akan menghasilkan listrik untuk baterai. Sementara bagi pengemudi yang membutuhkan ekselerasi tinggi dapat memakai Parallel Hybrid Mode.

Pada minggu (2/2), JawaPos.com melintas dari Surabaya menuju kawasan Bromo, Kabupaten Pasuruan. Jalurnya cukup ekstrem dan menantang. Mulai dari yang menanjak, menikung tajam, bahkan tikungan tajam disertai tanjakan ekstrem.

Lintasan itu sangat menguji keahlian dari pengemudi. Salah-salah berekselerasi bisa berakibat fatal. Namun, dengan Mitsubishi Outlander PHEV pengemudi tidak perlu khawatir. Mobil tersebut bisa melintas dengan mulus, tanpa ada jeda atau suara lek akibat pergantian transmisi.

Melintas menuju Teras Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dari Surabaya, selain menghadapi jalan yang menanjak dan menikung tajam, juga lintasan sempit. Ditambah pula ada pasar tradisional. Tentunya jalan terasa semakin sempit. Pedagang tumpah ke pinggir jalan disertai dengan ramai pejalan kaki.

Bagi pengemudi yang kurang konsentrasi tentu memiliki ancaman risiko cukup tinggi. Tapi dengan Outlander PHEV risiko tersebut dapat diminimalisasi. Pasalnya FCM, suatu indikator pengereman otomatis jika terdapat kendaraan atau orang yang muncul tiba-tiba.

Untuk jalanan yang banyak turunan dan tajam, pengemudi dapat memanfaatkan regeneratif brake. Regeneratif brake ini memiliki lima tingkatan. B1-B5). Semakin terjal turunan dan menikungnya jalan, pengemudi bisa memakai B5. Fitur ini sangat bermanfaat ketika melintas dari dari Tosari, Kabupaten Pasuruan menuju Jember. Jalanan banyak menikung menurun.

Mitsubishi Outlander PHEV saat melintas menuju kawasan Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (MMKSI for JawaPos.com)

Rifat Sungkar, brand ambassador Mitsubishi mengatakan, mobil Outlander PHEV memang dirancang untuk kendaraan keluarga di segala medan jalan. Baik dalam kota, antarkota, pegunungan, pantai, dan lain sebagainya.

Cocoknya mobil Outlander PHEV untuk keluarga karena terdapat lima bangku yang disertai dengan bagasi begitu luas. “Keluarga yang mau liburan sambil berkemah pun asyik,” ujar Rifat di Teras Bromo, Pasuruan, Minggu (2/2).

Lebih jauh Rifat mengatakan, PHEV merupakan evolusi dari Hybrid ke mobil listrik. Teknologi yang diusung PHEV untuk memenuhi regulasi yang menciptakan lingkungan yang ramah tanpa ada emisi. Apalagi di DKI Jakarta telah terdapat Pergub nomor 3 tahun 2020 tentang insentif pajak bea balik nama kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Di lain sisi, infrastruktur mobil listrik di Indonesia belum memadai. Makanya, Mitsubishi Outlander PHEV masih menempatkan mesin yang menggunakan BBM. Tujuannya, agar pengemudi ketika berada di wilayah yang jauh dari stasiun pengisian listrik dapat tetap melaju tanpa khawatir.

Head of PR & CSR Department PT MMKSI Aditya Wardani menambahkan, penjualan Mitsubishi Outlander PHEV memang difokuskan di wilayah Jabodetabek dan Bali. Bersamaan dengan itu, PT MMKSI pun menyediakan tempat pengisian cepat daya listrik. “Di Jabodetabek terdapat 12 stasiun pengisian cepat dan 2 di Bali,” kata Aditya.

Bagi yang ingin memiliki Outlander PHEV, pihak mitsubishi bakal mensurvei rumah calon pembeli untuk disediakan tempat charging listrik untuk mobilnya.

Editor : Ilham Safutra


Close Ads