alexametrics

Menjajal Skutik Aprilia SR GT 200 untuk Touring Santai, Begini Rasanya

6 Agustus 2022, 07:01:54 WIB

Untuk sistem pengereman, Aprilia SR-GT 200 menggunakan cakram depan petal 260 mm sementara bagian belakang dilengkapi cakram 220 mm. Punya rem cakram ganda, proses henti laju di Aprilia SR GT 200 juga enak. Remnya pakem, walau menurut kami agak keras.

Yang kurang di sisi pengereman adalah tidak adanya fitur pengunci rem belakang. Fitur ini sangat berguna dan sudah belasan tahun hadir di skutik mainstream besutan pabrikan Jepang. Saat berhenti di jalan agak menanjak atau menurun, tangan jadi tak perlu selalu mencengkeram handle rem. Semoga ini juga jadi catatan bagi Aprilia.

Mesin Powerful

Lanjut ke sektor performa dalam hal ini dapur pacu atau mesinnya. Untuk mesinnya, Aprilia SR GT 200 menggendong mesin i-get satu silinder berkapasitas 174 cc. Meski tak bulat 200 cc seperti namanya, mesin ini mampu menyemburkan tenaga 13 kW pada 8.500 rpm dan torsi 16,5 Nm pada 7.000 rpm.

Mesinnya dikawinkan dengan transmisi Contiounuously Variable Transmission (CVT). Rasanya, joss. Nggak over power, masih jinak, tapi juga nggak lemes. Pilihan tengah untuk yang mau di atas Honda ADV 160 atau di bawah Yamaha Xmax 250.

Menanjak dengan beban boncengers juga terasa effortless. Nggak perlu terlalu dalam menarik pedal gas. Swosss. Motor langsung ngacir di medan tanjakan curam. Benar-benar enak.

Bagi yang suka bertualang dengan skutik melakukan perjalanan touring, Aprilia SR GT 200 dengan mesin bawaannya sudah lebih dari cukup. Mesin enak, halus, tapi ngacir. Performa hentakan juga terasa. Power ngisi konsisten dari bawah sampai atas. Hampir tidak ada kosongnya.

Dari sisi fitur, Aprilia SR GT 200 dilengkapi dengan sistem Start/stop bernama RISS (Regualtor Inverter Start & Stop System). Mesin motor itu juga akan otomatis mati dalam 1 sampai 5 detik setelah skuter berhenti.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: