alexametrics

Menjajal Skutik Aprilia SR GT 200 untuk Touring Santai, Begini Rasanya

6 Agustus 2022, 07:01:54 WIB

JawaPos.com – Aprilia menggebrak pasar otomotif dalam negeri dengan merilis skuter matik (skutik) SR GT 200 dan SR GT 200 Sport. Bergenre touring, rival Aprilia SR GT 200 yang saat ini paling mendekati adalah New ADV 160 yang juga belum lama ini dirilis Honda.

Berkesempatan untuk menjajal Aprilia SR GT 200, JawaPos.com melakukan perjalanan touring santai dari Tangerang menuju kawasan Cipanas, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Penasaran dengan pengalaman seperti apa menjajal skutik ini untuk touring sejauh 400 Km pulang-pergi, silakan simak ulasannya.

Riding Position Nyaman

Hal pertama yang ingin kami bagikan terkait Aprilia SR GT 200 ini adalah pengalaman berkendaranya. Mengusung gaya skutik petualang, memang tak lengkap rasanya jika tak membawa motor dengan kubikasi 174 cc di atas kertas ini untuk melakukan perjalanan touring.

Soal pengalaman berkendara, menempuh perjalanan dari pagi hari menuju kawasan wisata Cipanas, Puncak, dari Tangerang, Aprilia SR GT 200 mula-mula kami isi dengan BBM yang sesuai dengan speknya yakni Pertamax Turbo atau bensin dengan RON 95 atau lebih.

Diisi dari saat indikator bensin mulai kelap-kelip, pertanda habis, Aprilia SR GT 200 dalam rupiah kami isi Pertamax Turbo dengan nominal Rp 75.000 atau dapat sebanyak 4,6 liter lebih. Di indikator, BBM menunjukan porsi setengah dari meteran penuh atau berada di posisi sekira lima bar.

Lanjut, kami gas menuju puncak dengan membonceng pasangan. Melewati jalan rusak, kami langsung dikejutkan dengan suspensi Aprilia SR GT 200 di bagian belakang yang ternyata keempukan. Shockbreaker mentok, badan mengayun, lari jadi limbung saat menikung atau manuver di kecepatan standar jalan raya.

Suspensi empuk memang nyaman, tapi dilematis. Berkendara sendiri enak, berdua terasa kelebihan muatan. Oke, kami abaikan, biarkan ini menjadi catatan Aprilia. Namun perlu diketahui juga, SR GT 200 memiliki suspensi belakang yang bisa disetel kliknya untuk mengatur tingkat kekerasannya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: