Jasa Raharja Kumpulkan 171 Ide Inovatif untuk Kurangi Angka Kecelakaan

5 Desember 2022, 23:55:08 WIB

JawaPos.com – Tingkat kecelakaan lalu lintas darat di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data dari Kepolisian RI maupun Jasa Raharja, 60% korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia adalah laki-laki usia produktif antara 15 – 24 tahun.

Sebagai perusahaan BUMN yang bertanggung jawab terhadap pilar kelima, yakni penanganan pra dan pasca kecelakaan, Jasa Raharja berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam upaya peningkatan keselamatan jalan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menggelar kompetisi JR-Rovation 2022 (Jasa Raharja Road Safety Innovation).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan, jumlah kecelakaan lalu lintas darat di Indonesia mencapai 103.645 kasus pada tahun 2021. Jumlah tersebut naik 3,62% ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai 100.028 kasus.

Sementara itu, berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah kematian akibat kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang terjadi pada tahun 2020 mencapai angka 23.529 jiwa, atau setara dengan 3 (tiga) jiwa meninggal dunia per jam. Dari total korban kecelakaan di jalan ini, sebanyak 73% diantaranya melibatkan sepeda motor (tertinggi pertama).

Munadi Herlambang – Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, mengatakan “Sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden RI Nomor 4 tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, terdapat beberapa instansi terkait sebagai pilar utama bagi pencegahan kecelakaan lalu lintas.”

Menurutnya, untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, diperlukan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya mengedepankan faktor keselamatan saat berkendara.

JR-Rovation merupakan program kompetisi yang dinisiasi oleh Jasa Raharja untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap isu keselamatan di jalan.

“Melalui kompetisi ini, kami ingin mengapresiasi inovator muda dari kalangan mahasiswa di seluruh Indonesia atas inovasi dan partisipasi aktif dalam mendukung keselamatan berkendara guna menurunkan angka kecelakaan lalu-lintas,” ujarnya.

Ada 2 pilihan kategori tema, yaitu; Sains yang berkeselamatan yang merupakan inovasi alat keselamatan berkendara. nantinya di demonstrasikan dan dapat digunakan oleh masyarakat luas dengan tujuan meminimalisir risiko dan dampak kecelakaan.

Tema kedua Sosial yang berkeselamatan dimana pelaksanaan program, gerakan atau kegiatan yang bersifat sosial (pelibatan komunitas) dan massive dan berdampak pada penurunan angka kecelakaan.

Sejak awal digelar, kompetisi ini menerima sebanyak 171 peserta yang berasal dari 25 perguruan tinggi di Indonesia yang telah melewati beberapa fase seleksi, hingga terpilih 10 finalis yang mempresentasikan secara langsung ide inovatif-nya di hadapan dewan juri yang berkompeten dibidangnya.

Setelah melalui perundingan yang seksama, dewan juri pun sepakat untuk mengumumkan 3 besar pemenang untuk masing-masing kategori yaitu:

Kategori sains:

Juara 1: Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
Juara 2: Universitas Negeri Yogyakarta 2
Juara 3: Universitas Negeri Semarang 12

Kategori sosial:

Juara 1: Universitas Gadjah Mada 9
Juara 2: Universitas Bengkulu 14
Juara 3: Institut Teknologi Bandung 11

“Dengan digelarnya kompetisi ini, diharapkan dapat mendorong peserta untuk menjadi inovator bangsa yang handal melalui pembekalan-pembekalan materi yang bermanfaat, sehingga melalui ide-ide inovasi yang terlahir dari para peserta ini dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menekan tingkat kecelakan di jalan,” tutup Munadi .

Tak hanya berhenti di sini, Jasa Raharja pun berkomitmen untuk membantu para pemenang dalam mengembangkan inovasinya, termasuk membantu dalam proses inkubasi ide, memfasilitasi kolaborasi antara inovator dan pelaku industri otomotif selaku user, hingga membantu mendaftarkan idenya ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Hak Paten.

Editor : Dony Lesmana Eko Putra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads