alexametrics

Kemenperin: Datsun Bisa Bertahan Kalau Lakukan Ekspor

5 Desember 2019, 21:58:39 WIB

JawaPos.com – Tahun ini, General Motors (GM) memutuskan Chevrolet hengkang dari Indonesia dengan tidak lagi melakukan penjualan pada awal 2020 mendatang. Sejurus kemudian, Datsun, merek mobil murah Nissan juga memutuskan tak lagi memproduksi mobil di tanah air lantaran tak mampu mencapai skala ekonomi yang ditetapkan.

Kasus Datsun dan Chevrolet merupakan dua kasus berbeda. Meski begitu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut bahwa satu perusahaan otomotif dapat bertahan jika melakukan ekspor.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika menyampaikan, suatu merek juga diharuskan bisa menggarap pasar ekspor supaya memiliki daya saing. Dengan pasar tanah air yang sedang menurun, skala ekonomi dikatakan bisa tetap terjaga dengan sokongan ekspor.

“Persaingan di pasar kita cukup ketat, sehingga salah satu yang harus dilakukan industri otomotif untuk meningkatkan volumenya, adalah dengan ekspor. Pasar kita ini kan juga ada sedikit penurunan,” kata Putu dalam diskusi Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0, belum lama ini di Jakarta.

Putu melanjutkan, hal tersebut merupakan alasan mengapa Kemenperin begitu mendorong pelaku industri otomotif untuk melakukan ekspor. “Sehingga kenapa kemudian perindustrian, Presiden dan Menteri mendorong ekspor? Karena memang itu akan meningkatkan volumenya dan skala ekonomi, sehingga dengan itu akan bisa berdaya saing,” sambung Putu.

Kendati Datsun memutuskan untuk tak lagi memproduksi mobil di tanah air, hal tersebut tak lantas membuat Nissan hengkang juga dari Indonesia. Sebelumnya pihak Nissan menyatakan bahwa hal ini adalah langkah kebijakan strategis yang diambil Nissan Global.

“Yang dihentikan itu tipe Datsun Go, (Go Cross), dan Go+, tapi Nissan sendiri masih di Indonesia dan dia akan memperdalam manufakturnya untuk di sini dan membuat kendaraannya, bekerja sama dengan Mitsubishi,” ungkap Putu.

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Nissan melalui Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi juga hadir. Namun sayang, mereka benar-benar bungkam dan sulit dimintai keterangan oleh awak media dengan memilih pergi tanpa bersedia diwawancara.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads