Kasus Mobil Via Vallen yang Dibakar Orang, Bisa Klaim Asuransi

4 Juli 2020, 12:25:22 WIB

JawaPos.com – Berkaca dari kasus mobil mewah milik pedangdut Via Vallen yang mobilnya dibakar orang tak dikenal apakah mendapatkan penggantian dari pihak asuransi? Ini merupakan pertanyaan yang muncul spontan pada setiap pemilik mobil dan pengguna asuransi. Wajar, karena tak sedikit orang yang mengikuti asuransi namun tak faham isinya.

Melihat kasus yang dialami Via Vallen apakah bisa mendapatkan penggantian, jawabannya bisa, namun ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi untuk mendapatkan penggantian.

Karena dalam isi Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) tertulis dalam pasal 1 ayat 1.2 yang menyebutkan perbuatan jahat merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang berjumlah kurang dari 12 (dua belas) orang yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah, atau vandalistis.

Akan tetapi bila diluar itu, misalnya perusakan akibat huru hara atau terorisme itu tidak termasuk. Hal ini ditegaskan pernyataan L.Iwan Pranoto selaku SVP Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra, dalam keterangan resminya.

“Bila penyebabnya termasuk dalam huru-hara atau terorisme, maka itu di luar ketentuan polis dan tidak diganti asuransi. Jadi, dalam proses penggantian atau klaim itu pihak asuransi tidak serta merta memberikan tanggung jawab sebelum mengetahui penyebab,” ujar Iwan.

Perlu diperhatikan juga point yang tertuang dalam pasal 1 dalam PSAKBI ada beberapa hal yang akan membatalkan penggantian asuransi. Pastinya keputusan ditanggung atau tidak oleh asuransi dilihat dari hasil investigasi.

Bila yang menjadi penyebab terbakarnya mobil dilakukan oleh salah satu anggota keluarga (suami, istri, anak, orang tua atau saudara kandung hingga orang yang berada di bawah pengawasan tertanggung) maka pihak asuransi berhak menolak klaim.

Hal ini sudah tertuang di PSAKBI Bab II Pasal 3 ayat 1.3 dan ayat 4.1 yang berbunyi. ”Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan/atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan/atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika: disebabkan oleh tindakan sengaja Tertanggung dan/atau pengemudi dan/atau orang yang bekerja pada dan/atau orang suruhan Tertanggung;”

Mulai saat ini sebaiknya pemilik kendaraan atau para pemegang polis mengecek kembali isi polis dan pastikan jenis perlindungan dan perluasan perlindungan yang diambil apakah sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk terus membayar premi agar mudah untuk klaim asuransi.

Anda juga bisa menambahkan jenis proteksi untuk perlindungan tambahan misalnya bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tsunami, hingga kerusakan akibat kerusuhan, huru-hara, terorisme, sabotase, dan lainnya.

Editor : Eko Putra



Close Ads