alexametrics

Vespa GTS Super 150 i-get ABS: Bodi Besar, Tapi Lincah

2 November 2019, 17:12:27 WIB

JawaPos.com – Belum lama ini PT Piaggio Indonesia menghadirkan banyak model skuter matik (skutik) keluarga Vespa andalannya di Indonesia. Sepanjang 2019, Piaggio di Indonesia terbilang cukup rajin dengan meng-update model-model Vespa andalannya yang salah satunya adalah GTS Super 150 i-get ABS terbaru.

Vespa berbadan gambot itu lahir sekira Juni lalu. Dibanderol dengan harga Rp 58 jutaan (on the road Jakarta), Vespa ini tentu banyak menjadi incaran para penyuka Vespa baik dari kalangan senior yang sudah memakai Vespa sejak dulu maupun millenial yang ingin tampil beda.

Soal Vespa GTS Super 150 i-get ABS, JawaPos.com berkesempatan menjajalnya dalam beberapa hari. Kalau ada pepatah ‘Jangan nilai buku dari sampulnya’ mungkin tepat menggambarkan kesan pertama motor ini. GTS Super sendiri lahir mewarisi keluarga Vespa lawas yang memiliki bodi besar nan montok di bagian belakang.

Pertama kali memandang motor ini akan langsung menilai kurang nyaman dikendarai, berat, tidak lincah, tarikan loyo dan kurang gesit diajak bermanuver. Ternyata kami salah. Penasaran dengan pengalaman kami menjajal motor ini selama hampir sepekan lamanya? Berikut ulasannya.

DESAIN
Kami singgung sedikit soal beberapa aspek dari kendaraan ini seperti desain, mesin dan fitur yang ditawarkan. Pada Vespa GTS Super 150 terbaru, Piaggio Indonesia mengatakan bahwa skutik premium tersebut memiliki desain yang baru.

Desain terbaru dapat terlihat pada desain front tie atau dasi depan, kaver klakson dengan sentuhan chrome, dan chromeplated crest terbaru pada mudguard depan yang juga dilengkapi dengan dasbor LCD pada panel instrumennya. Kombinasi antara digital dan analog di sektor cluster meter membuat Vespa ini terkesan mewah.

Soal Vespa GTS 150 terbaru, sedikit menilik sejarah ke belakang. Berdasarkan sejarah Vespa modern di Indonesia, Vespa GTS Super 150 i-get ABS adalah evolusi dari Vespa GTS.

Di Indonesia, Vespa GTS masuk dalam jajaran Vespa dengan bodi bongsor atau big body family. Vespa GTS merupakan salah satu kendaraan roda dua yang paling digemari di dunia. Perjalanannya dimulai pada 1977 ketika Vespa PX hadir di pasaran, yang kemudian diikuti oleh Vespa T5 Pole Position, Vespa Corsa, juga pada 2003 hadir Vespa Gran Turismo, dan pada 2005 hadir Vespa GTS.

Lebih dari empat dekade, Vespa big body family telah berevolusi dengan desain dan bentuk yang modern, yang kini dikenal menjadi Vespa GTS.

Sementara itu, detail estetika lainnya pada Vespa GTS Super 150 i-get ABS termasuk spion dengan sentuhan full chrome dan motif honeycomb atau sarang lebah terbaru yang terletak di setiap sisi shield. Vespa GTS Super 150 i-get ABS terbaru menghadirkan dua pelek 12 inci yang berwarna black glossy yang memberikan perpaduan antara stabilitas dan handling terbaik.

Ciri khas dari Vespa berbadan besar adalah bodinya yang semok. Kesan tersebut tampak pada kendaraan ini dan menyiratkan rasa nostalgia yang kental dengan Vespa-vespa klasik terdahulu.

Vespa GTS Super 150 i-get ABS memiliki desain jok terbaru yang terbuat dari bahan dan material khusus guna menghadirkan kenyamanan lebih bagi penumpang disertai penampilan yang elegan dan menarik.

Pada bagian depan, lampu-lampu dibuat tegas namun tetap klasik dengan desain membulat yang retro look tapi tetap fungsional. Pun dengan bagian belakang yang juga begitu montok ditambah dengan lampu rem dan lampu sign yang lumayan besar.

Pada bagian bodi lainnya, di sektor buritan ada logo Vespa di sisi kiri, tulisan GTS Super di sisi kanan dan beberapa emblem lainnya yang juga kental rasa nostalgia Vespa jadul. Jok dari motor ini tampak lega dengan pijakan kaki pengemudi dan penumpang yang nyaman.

MESIN DAN FITUR
Vespa GTS Super 150 dilengkapi dengan teknologi mesin i-get (Italian Green Expen’ence Technology) yang diklaim memberikan kekuatan lebih dengan konsumsi bahan bakar rendah ketimbang versi terdahulu.

Mesin i-get generasi baru itu hadir dengan 4 langkah, silinder tunggal 4 katup dilengkapi dengan sistem start and stop. Mesin berkapasitas murni 155,1 cc ini sudah mengadopsi pendingin air atau sudah menggunakan radiator. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 10,8 kW pada 8.250 rpm dan torsi 13,5 Nm pada 6.750 rpm. Tak berbeda jauh dengan Yamaha Nmax yang memiliki tenaga 11.1 kW pada 8000 rpm dan torsi maksimum 14.4 Nm pada 6000 rpm.

Vespa GTS Super 150 seperti namanya juga dilengkapi dengan sistem dual canal ABS (Anti-lock Braking System) untuk memberikan deakselerasi atau pengereman yang nyaman dengan keamanan ekstra. Motor ini hadir dengan dua piringan cakram yaitu cakram depan 220 mm dan ukuran yang sama di bagian belakang.

Soal suspensi, Vespa masih mempertahankan sistem peredam kejut yang khas yaitu monoshock dengan link. Di bagian belakang, peredam kejut hadir dengan tipe hidrolik ganda yang empuk membuat motor ini sangat nyaman saat jalanan mulus. Suspensi belakang juga bisa diatur dengan 4 tingkat setelan kekerasan.

Motor ini sudah terpasang ban bermerek Maxxis. Ban hadir dengan ukuran 120/70 – 12 inci di depan dan 130/70 – 12 inci di belakang.

Untuk kenyamanan berkendara yang lebih, GTS Super 150 terbaru juga memiliki banyak fitur penunjang lainnya. Sebut saja fitur kekinian power outlet berupa USB port pada bagian bagasi depan, bike finder, Electric Remote Opening System on Saddle dan start-stop engine.

Aspek lainnya yang juga tak kalah penting adalah aspek keselamatan. Vespa GTS Super 150 terbaru diklaim telah ditingkatkan sistem keamanannya. Beberapa di antaranya adalah teknologi pencahayaan dengan teknologi LED yang dipasang di depan dan belakang. Dilengkapi juga dengan LED front positioning lights.

Penunjang kenyamanan lainnya, di balik joknya yang lega terdapat area bagasi yang cukup luas. Ukurannya lega dan dibuat memanjang. Helm full face mungkin tak muat di bagasi bawah jok, pun dengan Namun beberapa kebutuhan barang bawaan lainnya bisa disimpan di area bagasi yang terkesan clean ini.

PENGALAMAN BERKENDARA
Begitu tombol starter dipencet, Vespa GTS Super 150 terdengar sangat halus. Benar-benar halus mulai dari bunyi dinamo starter sampai ke bunyi mesin dan pembuangannya. Tak ada lagi terasa getaran yang sering dikeluhkan para pemilik Vespa pada generasi mesin lawas misalnya pada Vespa LX model awal.

Motor ini kami ajak menempuh rute harian dari Tangerang ke Jakarta. Pengalaman kami selama menggunakan motor ini terbilang menyenangkan. Tarikannya halus, responsif dan terbilang liar untuk tarikan gas awal. Dari sana hilang sudah kesan kami soal motor gambot yang tarikannya loyo.

Vespa GTS Super 150 terbaru ini pernah kami ajak ngebut sampai menyentuh 125 km/jam. Tidak untuk ditiru. Ini hanya untuk membuktikan klaim Piaggio Indonesia soal mesin baru yang lebih responsif dengan output daya yang lumayan. Kecepatan segitu kami tempuh saat tengah malam di jalanan yang sudah sangat sepi. Itu pun pedal gasnya belum habis kami putar.

Pada tarikan awal, tenaganya yang ringan sanggup menembus angka 80 km/jam dengan waktu tiga hingga lima detik. Sisanya untuk bisa tembus di angka 100 km/jam atau lebih mesti ditempuh dengan konstan, tidak bisa dipaksa terburu-buru. Performa mesinnya bertahap. Tapi justru itu yang kami suka.

Dengan performa mesinnya yang tidak menyentak-nyentak, kendaraan jadi nyaman untuk dipakai dalam keadaan konstan dengan kecepatan stabil sembari menikmati sensasi berkendaranya. Halus, tidak terburu-buru namun tetap bisa diajak galak saat dibutuhkan.

Handling dengan kecepatan cukup tinggi dengan motor ini juga sangat nyaman. Kendati berbodi besar, motor ini tergolong lincah dengan bantingannya yang stabil. Meliuk, menikung sampai posisi motor kembali tegak tergolong sangat halus dan rigid.

Impresi di atas juga kami buktikan dengan mengajak penumpang. Sendiri atau berdua dengan motor ini masih cukup nyaman dan performanya tak berubah. Tetap responsif.

Lalu bagaimana dengan saat macet? Vespa GTS Super 150 terbaru masih bisa dijagokan. Dengan catatan tidak terlalu memaksakan dan selalu berhati-hati. Memang dengan bodinya yang besar, berat dengan material keseluruhan besi motor ini kurang nyaman saat macet. Apalagi saat berboncengan. Selain kemudinya jadi berat, faktor ‘takut lecet’ juga jadi alasan untuk tetap tenang dan tak terburu-buru saat menempuh kemacetan dengan motor ini.

Jelas saja, bodinya seperti bodi mobil. Kalau lecet atau tergores, pengecatan satu panel mutlak diperlukan. Hal tersebut berbeda dengan sepeda motor lainnya yang berbodi plastik. Jika rusak atau tergores bisa membeli pengganti bodinya dengan harga murah.

Hal yang sama juga berlaku saat mengajak motor ini bepergian ke mall atau pusat perbelanjaan lainnya. Motor ini kurang pas diparkir di tempat parkir motor biasa. Hal tersebut karena bodinya yang besar dan jika tidak hati-hati potensi tergores oleh motor lain sangat besar.

Untuk aspek keselamatan, motor ini hadir dengan sistem pengereman ABS jelas sangat membantu. Pengeremannya halus dan pakem. Saat ngebut dan tiba-tiba harus mengerem karena ada yang menyebrang atau berhenti mendadak, motor ini sanggup berhenti dengan sangat halus dan tak khawatir slip karena remnya tak akan mengunci karena fitur ABS.

Fitur lainnya yang kami suka adalah lampu-lampu yang sudah LED secara keseluruhan. Sistem penerangannya sangat baik untuk berkendara malam hari. Cahaya lampunya terang namun fokus, tidak menyebar juga tidak menyilaukan pengendara lain.

Ada juga fitur idling stop system, namun bagi kami, fitur ini kurang pas di kondisi macetnya Jakarta. Jika dinyalakan, mesin akan otomatis mati dalam waktu sekitar empat detik. Dengan karakter berkendara stop and go saat macet, hal ini tentu merepotkan dan malah berpotensi merusak mesin alih-alih menghemat bahan bakar.

Untuk mendukung fungsionalitas, ada dua area simpan yang bisa dimanfaatkan. Di bagian depan atau laci depan bisa digunakan untuk menyimpan dompet, masker atau sarung tangan. Tas kecil juga bisa. Ada juga port USB untuk mengecas smartphone. Namun mengecas dalam keadaan motor berjalan tidak dianjurkan. Pasalnya area simpan laci depan tak ada material soft touch yang aman bagi smartphone. Jika dipaksakan, perangkat bisa rusak karena guncangan dan benturan oleh bodi motor.

Sementara area simpan belakang yakni di bawah jok bisa juga dimanfaatkan. Bentuknya memanjang, tidak melebar. Meski tak bisa digunakan untuk menyimpan helm, bagasi bawah jok cukup fungsional untuk menyimpan barang bawaan seperti tas, jas hujan dan perlengkapan berkendara lainnya.

Konsumsi bahan bakarnya juga terbilang irit. Meski tak terlalu iritjika dibandingkan dengan motor-motor Jepang, Vespa dengan bodi berat dan besar ini cukup membawa pembaruan yang membuatnya kini lebih ramah kantong.

Berdasarkan catatan kami, motor ini sanggup menempuh jarak 39 km lebih dengan satu liter bahan bakar Pertamax. Angka segitu bagi kami wajar. Jika pesaing dengan kubikasi mesin yang sama yakni Yamaha Nmax sanggup menempuh 40 km lebih per liter bahan bakar, Vespa GTS Super 150 terbaru ini boleh lah diandalkan. Lebih boros sedikit memang, hal itu karena bodinya yang lebih berat.

Secara keseluruhan, sepekan mengendarai motor ini kami suka. Kalau diberi angka 1-10, motor ini kami beri penilaian 8,5. Hal tersebut mengacu pada kenyamanan berkendara yang lebih baik, performa yang responsif meski bodinya berat, handling yang mumpuni dan tambahan fitur baru dan aspek keselamatan motor yang cukup diperhatikan.

Foto-foto: Rian Alfianto/JawaPos.com

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads