alexametrics

Seperlima Produk Smartphone Samsung Digarap Pabrik Rekanan di Tiongkok

20 November 2019, 11:01:53 WIB

JawaPos.com – Imbas penutupan pabrik Samsung di Tiongkok semakin terlihat. Kini Samsung dilaporkan akan menggandeng pabrikan rekanan atau Original Design Manufacturer (ODM) Tiongkok seperti Wingtech pada 2020 mendatang. Rekanan Samsung itu nantinya bakal memproduksi hampir seperlima smartphone-nya atau mencapai sekitar 60 juta unit.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari Gizmochina, Selasa (19/11), langkah ini terjadi setelah Samsung mengubah strategi ponsel kelas bawahnya untuk bersaing dengan para pemimpin segmen yang ada seperti Xiaomi dan Huawei (Honor).

Sebelumnya hanya sekitar 8 persen dari total produksi smartphone yang di-outsourcing-kan ke perusahaan ODM seperti Wingtech pada 2019. Namun, menurut laporan Reuters yang baru, angka ini siap melonjak hingga 20 persen atau sekitar 60 juta unit pada 2020.

Perusahaan ini telah berbicara dengan Wingtech sejak tahun lalu untuk mengalihkan sebagian produksinya ke pabrik mereka. Diperkirakan, sebagian besar model low-end dan mid-range Samsung datang dari pembuat ODM ini dalam beberapa bulan mendatang.

Alasan mengapa pembuat smartphone kerap mengalihkan produksi mereka ke ODM adalah soal strategi bisnis. ODM atau Original Design Manufacturer mendesain dan membuat smartphone (biasanya yang murah dan menengah) kemudian diganti merek dan dijual oleh perusahaan smartphone lain.

Strategi produksi baru Samsung untuk mengalihdayakan sebagian pembuatan anggaran ke ODM masuk akal karena penghematan dalam biaya produksi. ODM sendiri terlibat dalam pembuatan smartphone untuk banyak merek, sehingga mereka memiliki keuntungan skala ekonomis yang lebih besar.

Mereka mampu mendapatkan komponen hampir 10 persen hingga 15 persen lebih murah daripada cara tradisional, yang berarti biaya produksi per unit lebih rendah. Itulah mengapa beberapa merek Tiongkok kerap berani menjual murah produknya. Hal tersebut lantaran mereka kerap mengalihdayakan pembuatannya pada ODM.

Sementara ODM memberikan keuntungan biaya yang luar biasa, ada pertanyaan tentang kualitas. Smartphone Samsung kelas bawah dan menengah, diproduksi oleh ODM ini, tidak akan secara langsung dikontrol kualitasnya oleh Samsung.

Tidak seperti di pabriknya sendiri di Vietnam. Samsung diketahui merancang dan memproduksi sebagian besar smartphone di pabrik-pabrik besar yang berbasis di Vietnam.

Laporan Reuters menambahkan bahwa peningkatan pesanan Samsung dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan kepada pembuat ODM. Dengan begitu, ODM bisa lebih meningkatkan daya saing mereka di pasar dan menurunkan biaya untuk klien lain seperti Huawei dan Xiaomi.

Namun demikian, mengalihkan beberapa model produksi low-end ke ODM sepertinya merupakan langkah yang perlu. Bahkan LG sedang memindahkan produksi smartphone kelas bawah dan menengahnya ke ODM untuk meningkatkan strategi penetapan harganya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads