alexametrics

Huawei Mate 30 dan Mate 30 Pro Melenggang dengan Spesifikasi Gahar

20 September 2019, 19:13:08 WIB

JawaPos.com – Tekanan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok rupanya tak membuat Huawei berhenti merilis produk baru. Raksasa teknologi itu terus menekan dengan meluncurkan lini smartphone flagship terbarunya, yakni Mate 30 Series. Hadirnya Mate 30 Series ini bahkan sekaligus mengungkap rencana Huawei untuk hidup tanpa Google.

Sebagaimana dilansir dari GSMArena, Jumat (20/9), Huawei Mate 30 terdiri atas seri Mate 30 biasa dan Mate 30 Pro. Huawei Mate 30 Pro memiliki perangkat keras kamera yang paling mengesankan dari smartphone mana pun saat ini.

Selain kamera Super Sensing 40 MP dari P30 Pro, perangkat juga mendapatkan kamera ultra lebar 40 MP yang oleh Huawei disebut sebagai Cine Camera. Keduanya dapat menggunakan sensor 3D ToF untuk membuat bokeh dalam video. Kamera ketiga di bagian belakang adalah penembak 8 MP dengan 3x optical zoom (panjang fokus 80mm) dan 5x optical hybrid zoom.

Huawei Mate 30. (GSMArena)

Kedua sensor 40 MP secara fisik besar dan duduk di area belakang perangkat dengan housing kamera yang membentuk bulat seperti lubang. Kamera utama memiliki sensor tipe 1/1,7 inci dan aperture f/1.6. Kamera Cine memiliki sensor tipe 1/1,54 inci dengan aspek rasio 3:2 dan lensa ultra lebar dengan aperture f/1,8.

Rekaman video sama-sama mengesankan. Ini mendukung pengambilan video 4K 60 fps (yang pertama untuk Huawei). Frame rate bahkan lebih tinggi dalam mode gerak lambat. Ponsel ini mendukung 7,680 fps dengan 720 p. Hal lain yang menyenangkan untuk dicoba adalah selang waktu 4K dengan warna HDR Plus. Untuk memotret dalam cahaya rendah, kamera video dapat mencapai ISO 52.000.

Kamera selfie 32 MP terletak di sebelah perangkat keras pemindaian 3D yang baru. Ada sensor khusus untuk mengenali gerakan tangan, yang bekerja bersama dengan Da Vinci NPU yang ada di dalam Huawei. NPU juga digunakan untuk Rotasi Otomatis AI yang dapat melacak kepala pengguna.

Perangkat dotopt chipset Kirin 990 itu dibangun pada proses 7 nm dengan teknologi EUV dan menampilkan GPU Mali-G76 MP16 yang kuat dengan GPU Turbo yang ditingkatkan. Ada juga sistem pendingin film graphene yang mampu membawa panas dari chipset agar perangkat tetap dingin.

Huawei Mate 30 Pro menampilkan layar 6,53 inci dengan sisi melengkung 88 derajat. Huawei menyebut desain ini sabagai Horizon Display. Ini adalah panel OLED dengan resolusi 1.176 x 2.400 piksel, HDR dan jangkauan penuh dari gamut warna DCI-P3. Layar memiliki always on mode dan mendukung stylus M-Pen (yang dapat merasakan tingkat tekanan 4.096).

Karena layar menutupi sisi telepon, Huawei menempatkan sejumlah tombol virtual di sana, dari tombol volume hingga tombol rana untuk kamera. Kedua ponsel Mate 30 menjalankan EMUI10 di atas Android 10. Sebagai pengganti Google Play Services, Huawei telah mengembangkan solusinya sendiri.

Huawei meningkatkan teknologi pengisian nirkabelnya yang sekarang dapat mendorong hingga 27 W ke dalam baterai 4.500 mAh. Pengisian daya kabel tetap pada 40 W, meskipun mengingat bahwa pengisi daya cepat yang disediakan Samsung adalah 25 W dan Apple hanya 18 W itu masih termasuk yang terbaik di kelasnya.

Di sisi konektivitas, Huawei membual bahwa ponsel memiliki 21 antena total, 14 di antaranya didedikasikan untuk 5G. Ini memungkinkan ponsel untuk mendukung delapan band 5G (Samsung Galaxy Note10 Plus 5G hanya mendukung 3). Juga akan ada versi 4G untuk pasar yang masih kekurangan jaringan generasi terbaru.

Huawei Mate 30 Pro hadir dengan RAM 8 GB dan pilihan antara penyimpanan 128 GB dan 256 GB. Slot kartu NM dapat membantu user memperluasnya dengan 256 GB. Seri Mate 30 Pro akan tersedia dalam empat warna, yakni hitam, space silver, cosmic purple, dan emerald green. Akan ada juga edisi khusus dengan material kulit.

Huawei Mate 30 Pro (model 4G) akan ditawarkan mulai harga EUR 1.100 atau sekitar Rp 17,1 jutaan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. swedangkan Mate 30 Pro 5G akan ditawarkan dengan EUR 1.200 atau berkisar di Rp 18,7 juy dengan konfigurasi memori yang sama.

Huawei Mate 30

Sementara untuk varian lebih terjangkau yakni Mate 30 biasa, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Layarnya mengusung panel OLED dengan ukuran 6,62 inci dan hampir sama tajamnya, mengingat resolusi 1.080 x 2.340px. Ini mendukung HDR10 dan DCI-P3, seperti model Pro.

Bedanya hanya layarnya datar, tidak sampai melengkung ke tepi seperti varian Pro. Pembeda lainnya yakni takik yang lebih kecil mengingat sensor 3D berbeda. Namun keduanya sama-sama memiliki pembaca sidik jari dalam layar.

Kamera belakang mengemas sensor 40 MP 1/1,7 inci yang besar dengan filter warna RYYB dan aperture f/1.8. Kamera telefoto 8 MP dengan 3x optical dan 5x hybrid zoom juga ada pada handset ini, kedua kamera memiliki OIS. Namun, kamera ultrawide lebih kecil menggunakan sensor 16 MP (f/2.2) dan kamera selfie memiliki sensor 24 MP.

Ponsel ini masih ditenagai chipset Kirin 990, tapi ini versi 4G. Perangkat ini dibangun pada proses 7nm dan core clock yang sedikit lebih rendah. NPU hanya memiliki satu inti besar, bukan dua.

Huawei Mate 30 akan tersedia di Tiongkok hari ini, Jumat (20/9) dan secara global pada Oktober dengan harga EUR 800 atau berkisar Rp 12,5 jutaan. Perangkat ini memiliki 8 GB RAM juga, namun penyimpanan telah dikurangi menjadi 128 GB. Varian Mate 30 biasa tidak mendapatkan versi 5G.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads