alexametrics

Apple Siapkan Fitur Lockdown Mode untuk Lawan Aplikasi Spyware

7 Juli 2022, 10:33:51 WIB

JawaPos.com – Apple dikabarkan berencana merilis lockdown mode, yakni sebuah fitur pada perangkat komunikasi besutannya dengan menambah lapisan perlindungan tambahan. Fitur itu untuk para pengguna yang kerap berpotensi besar mengalami penyadapan atau terkena serangan peretasan oleh aplikasi spyware (aplikasi pengintai).

Mode tersebut disiapkan untuk dirilis pada musim gugur atau berkisar pada September hingga Desember 2022. Fitur ini akan sangat berguna untuk orang-orang yang aktif tampil beda seperti aktivitas HAM hingga politikus dari partai oposisi.

Dilansir dari Reuters, Kamis (7/7), mode ini dihadirkan setelah dua perusahaan spyware asal Israel mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak Apple dan akhirnya membobol sejumlah iPhone target tertentu dari jarak jauh.

Salah satu serangan yang terkenal akibat pembobolan ponsel jarak jauh itu seperti aplikasi Pegasus milik NSO Group. Hal ini membuat Apple melakukan langkah lebih lanjut di jalur hukum. AS bahkan telah memasukkan Pegasus sebagai aplikasi yang berbahaya dan masuk ke daftar hitam.

Fitur Lockdown mode akan hadir di iPhone, iPad, hingga Mac, dan memungkinkan pengguna bisa memblokir sebagian besar lampiran yang dikirim ke aplikasi pesan di masing- masing perangkat. Salah satu hasil penelitian Apple menyebutkan bahwa kasus Pegasus yang membobol keamanan perangkatnya berasal dari penanganan lampiran pesan yang masih lemah.

Mode baru juga akan memblokir koneksi kabel ke iPhone saat terkunci. Hal ini berkaca dari perusahaan Israel lainnya yaitu Cellebrite telah menggunakan cara manual semacam itu untuk mengakses dan meretas iPhone.

Apple meyakini serangan siber atau peretasan model zero click memang belum banyak terjadi, sehingga sebagian besar pengguna perangkatnya tidak perlu mengaktifkan fitur Lockdown Mode.

Untuk memperkuat fitur baru ini, Apple bersedia membayar hingga USD 2 juta (Rp 29,9 miliar) jika ditemukan masalah oleh para peneliti keamanan digital dan teknologi pada perangkatnya yang memakai fitur itu. Besarnya dana itu dinilai sebagai hadiah untuk penemuan bug terbesar yang kini bisa ditawarkan industri miliknya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: