alexametrics

49 Persen Orang Indonesia Merasa Senang Saat Menerima Pulsa

6 Juni 2021, 19:15:14 WIB

JawaPos.com – Ding, platform top-up seluler baru-baru ini mempublikasikan temuan perdana Global Prepaid Index (GPI) miliknya untuk Indonesia. Survei tersebut meneliti bagaimana sikap pengguna terhadap layanan prabayar, seperti telepon seluler prabayar dan tagihan utilitas prabayar.

Di antara temuan tersebut, terungkap bahwa 93 persen orang Indonesia yang disurvei telah menggunakan beberapa aspek pasar prabayar, dengan persentase tertinggi di antara tujuh negara yang disurvei. Melalui laporan tersebut, terungkap jika orang Indonesia paling memiliki rasa tanggung jawab dalam membantu teman dan keluarganya dibandingkan dengan negara lain.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa responden Indonesia sangat memperhatikan perencanaan finansial dan merasa optimis dengan kehidupan perekonomiannya. “Global Prepaid Index Ding telah mengungkapkan potensi pasar yang sangat besar untuk produk prabayar,” ujar Founder & Chief Executive Ding Mark Roden melalui keterangan tertulisnya.

Dia melanjutkan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan ekonomi prabayar karena pilihan, bukan karena kebutuhan, dan pasar prabayar memikat banyak orang dari semua tingkat pendapatan mereka. Layanan prabayar juga dikatakan memberikan fleksibilitas, transparansi yang lebih baik, serta kontrol keuangan yang lebih baik.

“Konektivitas telah menjadi sarana yang tak terpisahkan dalam menjaga kebersamaan keluarga dan orang yang dicintai selama satu tahun terakhir dan diprediksikan akan terus berlanjut di tahun 2021 dan seterusnya. Responden Indonesia mengungkapkan bahwa aktivitas yang paling mereka nantikan saat sudah diperbolehkan kedepannya adalah menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman,” sambung Roden.

Baca Juga: Ada Pelecehan, Hotman Laporkan Tim Asesmen TWK KPK ke Komnas Perempuan

Namun dengan adanya ketidakpastian terkait aturan perjalanan serta tantangan yang dihadapi pasca-Covid ke depannya, pulsa seluler dan konektivitas digital akan terus menjadi penting dan dibutuhkan.

Menurut GSMA, dari total 350 juta pasar telepon seluler di Indonesia, 97 persen atau sekitar 340 juta koneksi seluler dibayar di muka. Selain itu, terdapat kebutuhan yang tinggi dari masyarakat Indonesia untuk mempunyai pulsa telepon dan terhubung dengan keluarganya di seluruh dunia.

Berdasarkan temuan tersebut untuk Indonesia, dikatakan 93 persen responden berpartisipasi dalam setidaknya satu aspek pasar prabayar dengan 48 persen menggunakan dua atau lebih produk prabayar.

Popularitas layanan prabayar juga disebut masih mengungguli layanan seluler, dengan lebih dari setengah responden menyatakan bahwa mereka menggunakan produk prabayar lainnya, seperti tagihan utilitas prabayar, kartu hadiah, atau kartu debit prabayar.

Menerima pulsa juga disebut merupakan pengalaman positif bagi masyarakat Indonesia. Hampir separuh (49 persen) orang Indonesia menyatakan bahwa mereka merasa senang saat menerima pulsa dan 49 persen merasa beruntung karena memiliki seseorang yang dapat membantu mereka dengan hal ini. Sebagian kecil merasa bersalah karena menerima pulsa dari teman atau keluarga.

Selain itu, tanggung jawab untuk membantu keluarga dan teman juga dikatakan masih jadi prioritas utama dan menyebabkan masih tingginya pengguna layanan prabayar di Indonesia. Tingginya jumlah orang Indonesia yang mengirim dan menerima pulsa dirasa sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga.

Sebanyak 43 persen responden melaporkan bahwa mereka merasa sudah menjadi kewajiban mereka, sedangkan 41 persen lainnya menyatakan bahwa penerima sangat membutuhkannya.

Selain itu, populernya kegiatan saling mengirim pulsa juga menjadi salah satu aspek Indonesia menempati tempat teratas di dunia yang masih menggunakan layanan prabayar. Tiga perempat (74 persen) orang Indonesia menyatakan bahwa mereka pernah mengirim atau menerima pulsa kepada dan/atau dari keluarga maupun teman.

Kegiatan saling transfer pulsa antar keluarga sangat tinggi dengan persentase 88 persen menyatakan bahwa mereka sudah pernah mengirimkan pulsa ke anggota keluarga dan 88 persen menjawab bahwa mereka pernah menerima hal yang sama. Demikian juga, ada sekitar 81 persrn kegiatan transfer pulsa yang terjadi antara teman dan keluarga.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads