alexametrics

Mata-matain Panggilan dan SMS, 98 Persen Aplikasi Android ‘Ditendang’

18 Februari 2020, 11:17:50 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 98 persen aplikasi di Google Play Store telah ditendang dari Android sepanjang 2019. Ini dikarenakan aplikasi tersebut memata-matai panggilan dan teks penggunanya.

Dikutip JawaPos.com dari blog resmi Android, Selasa (18/2), sebenarnya arahan ini telah diterbitkan pada Oktober 2018 lalu untuk pengembang Android. Google mengumumkan akan menghapus aplikasi Android yang mengumpulkan SMS dan riwayat panggilan tanpa alasan.

Perusahaan kemudian memberikan waktu 90 hari bagi pengembang untuk beradaptasi dengan kebijakan baru ini. Pada tahun lalu, Google telah menindaklanjuti ancamannya. Hasilnya, sebanyak 98 persen aplikasi yang meminta akses ke panggilan dan teks telah dihapus dari Play Store.

“Kami melihat, 98 persen penurunan aplikasi mengakses SMS dan Log Panggilan yang signifikan,” ujar pengumuman Google.

Beberapa aplikasi yang melanggar aturan Google hanya menjadi subjek pembaruan oleh pengembang mereka untuk menyelesaikan pekerjaan. Google mengatakan bahwa 2 persen aplikasi yang tersisa benar-benar memerlukan akses ke panggilan dan pesan teks untuk ‘melakukan fungsi utamanya’.

Sementara 98 persen aplikasi yang dihapus atau diadaptasi ulang karena meminta akses ke panggilan dan SMS pengguna dengan alasan palsu. Yakni dengan tujuan mencuri data pribadi.

Terlepas dari aturan baru Google, memang ada aplikasi Android berbahaya biasa di Play Store yang memerlukan akses ke data pribadi di ponsel cerdas pengguna. Baru-baru ini, sebuah studi oleh VPN Pro juga mengungkap aplikasi game atau antivirus palsu, yang mengumpulkan panggilan dan SMS dari pengguna.

Menurut Google, Play Store belum memblokir 790.000 aplikasi Android yang melanggar aturannya sebelum dipublikasikan di toko pada 2019. Google memblokir instalasi sebanyak 1,9 miliar malware di Android pada 2019 dan Google melanjutkan laporannya dengan mengklaim telah memblokir instalasi 1,9 miliar malware dari platform pihak ketiga atau APK yang dicuri pada 2019.

Tahun sebelumnya, hanya 1,6 miliar virus telah terdeteksi sebelum menyusup ke ponsel cerdas korban mereka. Menurut perusahaan itu, Google Play Protect dan mekanisme perlindungannya terhadap malware membuat peningkatan pesat dalam tiga tahun terakhir.

Google Play Protect memindai lebih dari 100 miliar aplikasi setiap hari, memberi pengguna informasi tentang potensi masalah keamanan dan tindakan yang dapat mereka ambil untuk menjaga keamanan perangkat mereka,” kata Google.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads