alexametrics

Agate Siapkan Game Mobile dan Konsol Terbaru, Kental Rasa Indonesia

11 Juli 2019, 10:59:25 WIB

JawaPos.com – Studio game lokal Agate tengah menyiapkan dua game terbaru. Menariknya, salah satu dari game tersebut dipersiapkan untuk next generation console atau konsol gaming generasi mendatang. Tak hanya itu, game tersebut juga dikatakan bakal membawa latar dan nilai-nilai khas Indonesia.

CEO sekaligus Co-founder Agate Arief Widhiyasa menuturkan, salah satu tantangan bagi pengembang game lokal untuk dapat bersaing dengan gempuran game-game produksi developer asing adalah kekhasan game itu sendiri. “Yang harus diperhatikan developer game lokal dalam mengembangkan game adalah local wisdom. Itulah yang membedakan game developer lokal dengan pemain global,” ujar Arief di Jakarta, Rabu (10/7) kemarin.

Arief menilai bahwa para pengembang game lokal harus bisa melihat persaingan. Jangan hanya terpaku pada game-game populer lantas menduplikasinya. Hal tersebut dikatakannya banyak dilakukan pengembang game Tiongkok. Begitu game PUBG Mobile populer, lantas game tiruannya banyak bermunculan.

“Sarannya adalah pilih battle (pertempuran) yang bisa dimenangi. Battle-nya jangan di kualitas engine dan popularitasnya saja. Tapi juga harus kreatif dan beda,” jelas Arief.

Game besutan Agate yang sudah mendunia, Valthirian Arc. (Agate)

Kembali ke game yang bakal dirilis Agate untuk konsol game generasi selanjutnya yakni berjudul Project Brightlands. Jika bicara konsol game Next-gen, konsol game yang akan datang, di antaranya, PlayStation 5 atau yang paling baru lainnya. Hal tersebut menarik karena pengembang game lokal nyatanya juga bersiap terhadap konsol terbaru yang wujudnya pun belum ada.

Dalam sebuah teaser yang dipamerkannya, game Project Brightlands tampak membawa lingkungan alam khas kondisi di Asia Tenggara. Kondisinya tak hanya cerah khas iklim tropis Asia Tenggara, tetapi juga ada latar pegunungan dan candi-candi seperti di Indonesia.

Arief menjelaskan bahwa selama ini, game global belum menangkap dan menyajikan kondisi alam Asia Tenggara atau kawasan tropis, misalnya Bali. Arief mengakui bahwa environment di Project Brightlands terinspirasi dari kondisi alam di Pulau Dewata itu. Kawasan tersebut dinilai akan sempurna bila ditampilkan dalam game.

Arief belum menjelaskan lebih lanjut mengenai gameplay tersebut seperti apa. Game masih terus digarap dan rencananya akan dirilis 2021 mendatang. pihaknya juga akan memasukkan elemen lokal Indonesia lainnya ke dalam game ini.

Selain menyiapkan game untuk platform konsol generasi terbaru, Agate juga menyiapkan game yang lain yang diberi nama Project Atma. Sama seperti Project Brightlands, Project Atma juga akan menyajikan elemen-elemen khas Indonesia.

Game tersebut bercerita tentang Atma atau jiwa manusia. Game yang direncanakan rilis untuk platform mobile itu akan bercerita tentang manusia memerangi kejahatan. Ini digambarkan melalui tokoh setan khas Indonesia, seperti genderuwo, pocong, mak lampir, buaya putih, dan masih banyak lagi. Arief menyebut gameplay-nya akan mirip dengan Pokemon Go. Jika demikian, kemungkinan game akan berbasis Augmented Reality (AR).

Sebagai vendor game lokal, kiprah Agate di kancah global sendiri diam-diam terbilang cemerlang. Agate telah merilis game Valthirian Arc sebelumnya di pasar global dan laris manis dalam waktu sangat cepat. Game tersebut juga hadir di PlayStation 4 serta Nintendo Switch.

Valthirian Arc sempat berhasil meraih posisi kedua di Best New Game layanan Steam (PC) kawasan Inggris kurang dari 24 jam setelah dirilis. Game ini menjadi game lokal pertama yang juga hadir ke platform PlayStation. Game tersebut juga berhasil mencapai break event point (BEP) atau balik modal dalam waktu tiga bulan setelah dirilis. Hasil penjualan dengan nilai belasan miliar rupiah berhasil menutup biaya pembuatan game yang memakan waktu 2,5 tahun.

Rencananya, Valthirian Arc versi terbaru yang dirilis di Eropa akan hadir dengan dua versi subtitles, yaitu Bahasa Indonesia dan Sunda. Beberapa aksara yang terlihat di dalam game, ada aksara daerah tanah air. Jadi, tanpa disadari gamer internasional nantinya akan mengenali konten tersebut dan mengetahui bahwa asalnya dari Indonesia.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads