alexametrics

Startup Indonesia Raih Penghargaan di Tingkat Asia Pasifik

11 April 2019, 20:20:17 WIB

JawaPos.com – Perkembangan dunia startup di era sekarang ini semakin pesat. Dalam kurun waktu singkat sudah terdapat banyak startup yang bermunculan. Kompetisi startup juga semakin marak baik di level nasional maupun internasional.

Seperti yang terjadi di Hanoi pada tanggal 2-5 april 2019 lalu di mana terdapat 500 peserta yang berkompetisi di tingkat Asia Pasifik. Masing-masing dari mereka membawa impiannya masing-masing melalui Startup yang mereka bangun.

Dari 500 peserta yang hadir terdapat beberapa pemenang, salah satunya adalah Pandoo, startup muda yang dibentuk pada September 2018 oleh Luh Rika dan teman-temannya. Startup ini berfokus pada pengembangan daerah pedesaan melalui digital marketing untuk sektor pariwisata.

Rika mengatakan, ia sadar banyak daerah pedesaan di Indonesia yang dari sektor pariwisata sangat potensial namun belum optimal dalam hal pemasaran. “Salah satu yang dilakukan oleh Pandoo adalah mengembangkan desa wisata di Gunung Bunder, Bogor yang mana pengunjungnya masih dibawah Puncak,” katanya, Kamis (11/4).

Ide dari startup ini mampu membawanya berkompetisi ditingkat Asia Pasifik dan menyabet penghargaan di Regional Social Innovation Challenge bersama Startup lainnya seperti Aeroroots, MUNE AI Sight, Tasty Kitchen Collevtive, Deaf Taw dan Avijatrik. Pandoo mendapat penghargaan sebagai Best Solution for Youth Employment.

“Waktu Pandoo diumumkan menang Youth Employment Potential Award, awalnya masih tidak menyangka karena banyak startup lain yang keren-keren. Itu momen yang dipenuhi kebahagiaan dan kegembiraan hasil dari kerja keras tim dan dukunganbanyak orang,” ungkapnya

Ia dan startupnya menginginkan lebih banyak kerjasama dan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. “Kami berencana untuk mengajak semua elemen masyarakat untuk membantu kami untuk meningkatkan pertumbuhan eonomi dengan pemberdayaan anak muda untuk berkontribusi sebagai partner untuk Pandoo”, tambahnya

Di helatan yang sama startup Kantung Darah yang dibangun oleh Yudha Abdul Gani juga merupakan perwakilan dari Indonesia. Kedua startup ini merupakan pemenang dari Youth Co:Lab regional Indonesia dan sudah mendapat pelatihan di Bali oleh Hubud, Socolas, For Good Communication, Facebook dan Plus.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia



Close Ads