alexametrics

Era Digital Pengrajin Tenun Dimudahkan dengan Aplikasi Desain

9 Desember 2019, 23:37:54 WIB

JawaPos.com – Era digitalisasi apapun bisa dilakukan dengan mudah, hanya dengan sentuhan jari kita bisa mencari apa yang kita mau. Ini yang mendasari sebuah ide kreatif untuk untuk menciptakan sebuah aplikasi desain tenun Nusantara.

Seperti diketahui tenun sebagai kain asli Indonesia memiliki fungsi utama adati yang terbatas penggunaannya dan memiliki makna sakral dalam tiap motifnya. Melalui penggunaan aplikasi seluler ini, para penenun dengan mudah dapat menciptakan desain-desain baru di luar motif adat yang sakral.

Motif-motif baru ini pun terinspirasi dari motif asli asal daerah tenun tersebut, sehingga ciri khasnya tetap terjaga namun memiliki sentuhan modern yang disukai pemakai fashion modern.

Begitu banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dengan tenun, mulai dari motif-motif yang dapat dikembangkan lagi desainnya untuk menciptakan industri yang berkelanjutan.

Berawal dari hal ini sekelompok peneliti yang terdiri dari informatikawan, programmer, desainer, pengembang bisnis, dan pengembang komunitas dari pinggiran Danau Toba Sumatera Utara berkonsentrasi membuat fitur terbaik dalam aplikasi seluler untuk menciptakan desain-desain modern untuk kain tenun Indonesia.

Sebagai informasi para penenun tradisional yang 90% adalah perempuan dan berpendidikan rendah serta berada pada tingkat ekonomi bawah. Perjalanan panjang menyempurnakan aplikasi ini tidaklah mudah. Aplikasi dituntut untuk mudah dimengerti oleh pengguna.

Seperti disebutkan pada laman  lpdp.kemenkeu, aplikasi yang diberi nama DiTenun (Digital Tenun) telah digunakan oleh para pengrajin tenun yang kebanyakan wanita. .

Sebanyak lebih dari 20.000 penenun di seluruh Indonesia memiliki tantangan yang mirip dalam menciptakan dan melanjutkan profesi mereka sebagai penenun. Melalui penggunaan aplikasi seluler ini, para penenun dengan mudah dapat menciptakan desain-desain baru di luar motif adat yang sakral.

Motif-motif baru ini pun terinspirasi dari motif asli asal daerah tenun tersebut, sehingga ciri khasnya tetap terjaga namun memiliki sentuhan modern yang disukai pemakai fesyen modern.

Pengembangan terus dilakukan, sukses membina perajin tenun Ulos di empat kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Tim DiTenun tengah memantapkan strategi penguatan kerajinan tenun lainnya. Seperti dari propinsi Jawa Timur,  Nusa Tenggara Timur dan Propinsi Nusa Tenggara Barat yang akan dilaksanakan di tahun ketiga Riset Inovatif dan Produktif (RISPRO) LPDP.

Riset Inovatif dan Produktif (RISPRO) LPDP merupakan program pendanaan riset unggulan yang diarahkan pada komersialisasi/implementasi hasil riset sehingga memberikan nilai tambah dan/atau inovasi.

Saat ini, kesempatan untuk turut menjadi periset pendanaan RISPRO Kompetisi 2020 dengan tema umum dan RISPRO invitasi 2020 dengan tema Making Indonesia 4.0 sudah dibuka, Informasi dan registrasi online dapat mengunjungi laman resmi lpdp.kemenkeu.

Program ini bertujuan mendorong riset yang dapat meningkatkan daya saing bangsa untuk mengembangkan produk, kebijakan publik, IPTEK, dan melestarikan nilai dan budaya bangsa.

Editor : Eko Putra


Close Ads