JawaPos.com - Akhir-akhir ini, mata kita menjadi semakin sering menatap layar smartphone dengan semakin esensialnya peran perangkat tersebut di kehidupan sehari-hari kita. Maka dari itu, layar yang jernih dan tajam menjadi salah satu fitur yang penting untuk mendukung kenyamanan pengguna.
Namun, layar smartphone yang semakin tajam turut diiringi sejumlah mitos yang muncul. Sejumlah mitos yang kerap diarahkan pada layar smartphone meliputi ketajaman layar yang dapat membuat baterai menjadi boros, sulit dilihat di bawah terik Matahari, hingga bikin smartphone menjadi mahal.
Apakah mitos tersebut betul adanya? Menjawab hal tersebut, Samsung membeberkan sejumlah hal terkait mitos dan fakta layar smartphone.
Layar bikin boros baterai?
Pertama, mitos terkait layar dan korelasinya dengan aspek baterai. Benarkah layar makin baik aspek visualnya makin boros baterai? Tidak juga.
Untuk dapat menampilkan visual yang tajam, teknologi layar yang digunakan smartphone antara lain adalah layar Super AMOLED beresolusi Full HD Plus. Kualitas visual yang ditampilkan oleh layar Full HD Plus Super AMOLED yang lebih jernih dan vivid justru memiliki konsumsi daya 20 perden lebih rendah jika dibandingkan dengan layar AMOLED.
Pasalnya, layar Super AMOLED memanfaatkan panel layar yang dimatikan untuk menampilkan setiap piksel hitam yang muncul, sehingga konsumsi dayanya jadi lebih hemat.
Salah satu smartphone yang dibekali layar Super AMOLED dengan tampilan visual jernih namun hemat daya adalah Samsung Galaxy M32, yang didesain untuk memaksimalkan segala aktivitas.
Apalagi ditambah dengan kapasitas baterai 5.000mAh yang mampu tahan seharian, tidak perlu khawatir sewaktu-waktu baterai habis karena teknologi Fast Charging 25W pada Galaxy M32 memungkinkan kamu untuk melakukan pengisian daya dengan lebih cepat.
Layar jadi gelap di bawah sinah matahari?
Mitos kedua, layar jadi redup di bawah terpaan sinar matahari langsung. Benarkah? Jawabannya lagi-lagi tergantung dengan jenis layar yang dipakai.
Seperti sudah disinggung di atas, layar ponsel memiliki beberapa jenis dan tipe yang diadopsi misalnya IPS LCD, TFT, LED, AMOLED, Super AMOLED dan jenis lainnya.
Buat kamu yang kerap beraktivitas di luar ruang, smartphone dengan layar Super AMOLED bikin kita bebas khawatir pandangan pada layar terganggu akibat sinar matahari.
Pasalnya, layar Super AMOLED pada smartphone tersebut memilki tingkat kecerahan hingga 800 nits dan 80 persen lebih sedikit memancarkan pantulan sinar Matahari dibandingkan dengan layar AMOLED.
Jadi, layar Super AMOLED bisa tetap menampilkan visual yang jernih walau sedang digunakan di bawah terik sinar matahari.
Lanjut, mitos selanjutnya adalah apakah layar makin canggih bisa jadi semakin mahal? Belum tentu. Kembali, layar jenis apa yang dipakai.
Layar Super AMOLED misalnya, memiliki kemampuan rendering yang lebih cepat di setiap frame yang ditampilkan dibandingkan dengan teknologi layar lain yang ada. Hal ini membuat tampilan layar menjadi lebih smooth saat menonton drama Korea favorit, bermain game, maupun scrolling media sosial tanpa khawatir akan lagging.
Untuk sekarang ini, panel layar jenis tersebut yang boleh dibilang canggih sudah bisa ditebus dengan harga murah. Misalnya saja pada perangkat Rp 3 jutaan di Galaxy M32.
Layar berteknologi terkini seperti Super AMOLED tidak serta merta membuat smartphone menjadi mahal. Galaxy M32 sendiri tersedia dalam tiga varian warna, yaitu Light Blue, Black, dan White.
“Berbekal pengalaman dalam memenuhi kebutuhan konsumen dari waktu ke waktu, kami menghadirkan Galaxy M32 dengan teknologi layar Super AMOLED khas Samsung sebagai salah satu fitur andalan," ujar Ilham Indrawan, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.
Dia menambahkan, perhatian lebih yang Samsung berikan pada pengembangan berkelanjutan layar smartphone Galaxy diharapkan juga dapat menjawab mitos yang kerap dilabeli pada layar. Tentunya menjawab kebutuhan konsumen akan smartphone dengan manfaat maksimal.