← Beranda

Gaet Pelanggan Daring, WhatsApp dan UKM Indonesia Luncurkan Chatbot

Nurul Adriyana SalbiahSelasa, 6 Juli 2021 | 21.31 WIB
Platform digital bantu akselerasi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). (Hubspot).
JawaPos.com - WhatsApp dan UKM Indonesia meluncurkan direktori 'Pasar JuWAra', chatbot yang berbasis Application Programming Interface (API). Chatbot atau robot chat ini nantinya akan mempermudah konsumen untuk berbelanja langsung dari pedagang pasar tradisional terdekat hanya melalui WhatsApp.

Sebagai informasi, program 'Pasar JuWAra' dimulai sejak bulan April lalu. WhatsApp mengklaim, kini sebanyak 1.130 pedagang dari 66 pasar di 25 kota Indonesia telah menjalani pelatihan WhatsApp Business dan mulai berdagang via WhatsApp.

Dengan adanya pandemi yang berakibat pada turunnya omzet pedagang pasar tradisional hingga hampir 40 persen, 'Pasar JuWAra' disebut memungkinkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan secara darin.

“Saya hampir tidak pernah kedatangan pelanggan di pasar karena pandemi, sehingga sangat berimbas ke pendapatan saya. Namun, semua orang yang saya kenal menggunakan WhatsApp, jadi masuk akal untuk mencoba berjualan di WhatsApp,” kata Sriyani Wulan, pedagang di Pasar Baru Mojokerto yang tergabung dalam program 'Pasar JuWAra' WhatsApp melalui keterangan tertulisnya.

Dia melanjutkan, WhatsApp Business memudahkan dirinya dan rekan pedagang lain untuk berjualan. Karena hanya perlu menampilkan barang jualan saya beserta harganya dalam satu katalog, kemudian pembeli bisa memesan langsung dari sana.

"Saya juga berharap chatbot ‘Pasar JuWAra’ bisa mendatangkan lebih banyak pelanggan,” lanjut Sriyani.

Untuk mencari vendor terdekat melalui chatbot, pelanggan hanya perlu menyimpan nomor 087775313357 atau klik tautan wa.me/6287775313357 di WhatsApp dan menyapa 'hai'. Konsumen kemudian akan diminta untuk memilih kategori produk dan membagikan lokasi, untuk dapat melihat daftar pedagang paling relevan serta nomor WhatsApp Business mereka.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah mengakui WhatsApp sebagai mitra strategis untuk memberdayakan dan membantu UMKM go digital melalui program ini. WhatsApp juga berkomitmen akan terus mendukung upaya pemerintah mendigitalisasi UMKM di seluruh Indonesia.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita, dan salah satu sektor paling terdampak oleh pandemi. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama untuk membantu usaha-usaha ini tetap bertahan dan berkembang, salah satunya dengan program 'Pasar JuWAra' yang diinisiasi oleh WhatsApp dan UKM Indonesia. Program ini menciptakan peluang berharga bagi pedagang-pedagang di pasar untuk menjangkau jutaan pengguna WhatsApp di Indonesia,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Sepanjang Mei, WhatsApp menyebut telah bekerja sama dengan UKM Indonesia untuk mendorong masyarakat berbelanja dari pedagang pasar tradisional melalui WhatsApp dan membantu perekonomian Indonesia.

Fasilitator lokal melatih dan mendampingi para pedagang agar dapat menyiapkan akun WhatsApp Business mereka. Tidak hanya itu, WhatsApp juga terus memantau perkembangan para pedagang, di antaranya dengan melakukan survei secara reguler.

WhatsApp dan UKM Indonesia juga mengadakan pameran virtual di akun Instagram UKM Indonesia. Setiap minggunya, laman tersebut menampilkan peserta terbaik dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Padang. UKM Indonesia juga memuat daftar lengkap pasar yang bergabung di program Pasar JuWara.

Untuk menarik masyarakat ke pameran virtual tersebut, WhatsApp juga menggandeng Alyssa Soebandono, Sophie Navita, Sabria Kono, dan Febrii Hikaru – artis dan influencer dari empat kota tersebut – untuk menyuarakan ajakan berbelanja dari pasar-pasar tradisional melalui WhatsApp.

“Saya senang dapat berpartisipasi dalam 'Pasar JuWAra' dan mendukung pedagang pasar tradisional di Indonesia. Sebagai seorang pengusaha dan pengguna WhatsApp Business, saya telah merasakan sendiri bagaimana platform digital seperti WhatsApp dapat membantu kita bertahan dan bahkan berkembang selama pandemi," kata Alyssa Soebandono.

Dia menutup, diharapkan lebih banyak pelaku UMKM dapat turut memanfaatkan platform ini, dan kita semua bisa mendukung mereka sembari menjaga jarak dengan berbelanja melalui WhatsApp.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia Esther Samboh menyebut, chatbot direktori berbasis API adalah kelanjutan dari rangkaian program “Pasar JuWAra” untuk memastikan upaya digitalisasi UMKM tidak hanya berhenti di pelatihan WhatsApp Business dan pameran virtual saja.

"Ke depannya, kami berencana untuk mendaftarkan lebih banyak pedagang ke chatbottersebut untuk terus menghubungkan para pedagang dengan jutaan konsumen di Indonesia melalui WhatsApp. Kami harap semakin banyak masyarakat dapat menggunakan chatbot ini untuk berbelanja di kios pasar tradisional favorit mereka melalui WhatsApp,” tandas Esther.
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah