JawaPos.com - Digitalisasi sudah merambah ke banyak sektor industri, termasuk industri kreatif. Dari sinilah muncul istilah industri kreatif digital, yaitu industri yang menggabungkan kreativitas dengan teknologi digital untuk menciptakan suatu produk.
Perkembangan pesat industri creative digital saat ini melahirkan banyak peluang karir baru bagi anak muda yang penuh ide brilian dan inovasi. Sektor indusri kreatif diperkirakan menjadi tulang punggung perekonomian negara. Sektor indusri ini sangat bergantung dengan keunggulan sumber daya manusia
Video Digital Specialist, Andi Muhyiddin mengungkapkan, pesatnya perkembangan di dunia digital tak hanya memunculkan banyak profesi pekerjaan yang baru. Namun, juga menghilangkan banyak profesi pekerjaan lainnya.
"Di sisi lain, persaingan antar profesi juga terus bergulir, sehingga kemapuan untuk bertahan di indusri creative digital harus terus dipupuk, seperti meningkatkan hard skill dan juga soft skill," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.
“Banyak bahkan justru, hard skill-nya biasa-biasa saja, standar saja bahkan rendah. Tapi, dia memiliki soft skill yang bagus gitu. Komunikasi bagus, kolaboratif, terus ‘nggak itung-itungan’ dan helpful. Itu terkadang bisa terus naik," sambung Andi yang menyampaikan hal tersebut dalam webinar yang dihelat Kemenkominfo.
Namun, menurut Ilustrator dan Kreator Konten Nadya Sari, perkembangan dunia digital dapat memberikan benefit yang besar sebagai sumber ilmu yang tak terbatas. Menurut Nadya, dunia digital merupakan marketing platform yang paling cost efficient, dan memiliki eksposur lebih besar dan luas, karena semua orang dapat memiliki akses ke kita.
“Kini, media sosial menjadi platform memasarkan produk hasil kreativitas dan lebih dekat dengan pelanggan. Karena, platform digital seperti sosial media memberikan fitur yang menjadikan kita memiliki keterikatan langsung dengan pelanggan, dan informasi terdistribusi dengan semakin cepat,” ujar Nadya.
Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder platform edukasi digital Kok Bisa, Gerald Bastian mengungkapkan, agar kelangsungan profesi di industri creative digital terus terjaga, digital portofolio juga menjadi satu keharusan. Dengan itu, publik bisa menggunakan media sosial untuk menampilkan talenta dan karya, bukan lagi ajang pamer gaya.
“Membuat sesuatu yang menjadi problem solver dan memiliki misi yang akan disampaikan, dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan,” ujar Gerarld.