Elon Musk Aktifkan Kembali Akun Twitter Donald Trump

23 November 2022, 11:35:22 WIB

JawaPos.com-Beberapa minggu setelah Elon Musk mengambil alih Twitter, dia mengatakan dirinya akan memenuhi salah satu janji awalnya untuk platform tersebut, memulihkan akun Donald Trump. Mantan presiden, yang mencalonkan diri untuk Gedung Putih untuk ketiga kalinya itu, sekali lagi akan diizinkan untuk men-tweet setelah Twitter kini dipimpin oleh Elon Musk.

Hal ini setelah Elon Musk membuat keputusan melalui jajak pendapat Twitter. Pada Jumat malam, Musk men-tweet jajak pendapat yang meminta orang untuk memilih apakah Twitter harus mengembalikan mantan Presiden, yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia akan mencalonkan diri lagi untuk jabatan tertinggi negara itu pada tahun 2024.

“Vox Populi, Vox Dei,” kata Musk dalam sebuah twit susulan. Ungkapan itu adalah bahasa Latin untuk “suara rakyat, suara Tuhan.” Dua puluh empat jam kemudian, jajak pendapat ditutup, dan Musk mengumumkan bahwa Trump akan diizinkan kembali menggunakan Twitter.

Segera setelah itu, @realDonaldTrump sekali lagi online, meski mantan presiden itu belum menge-tweet. Trump menyebut awal tahun ini bahwa dia tidak akan kembali ke platform tersebut bahkan jika akunnya dipulihkan.

Opsi mengangkat kembali mantan Presiden AS itu menang dengan 51,8 persen dari 15.085.458 suara. Saat jajak pendapat sedang berlangsung, Musk mengatakan bahwa ia mendapatkan satu juta suara per jam, dan juga mengatakan “tentara bot dan troll” bertanggung jawab atas sebagian aktivitas tersebut.

Elon Musk sendiri memang telah lama mengindikasikan dia akan mengizinkan Trump kembali ke platform. Namun sebelum melakukan hal tersebut, eksekutif SpaceX dan Tesla itu terlebih dahulu akan membentuk dewan moderasi sebelum membalikkan larangan akun Twitter secara permanen.

Pada 18 November, Musk mengaktifkan kembali beberapa akun , termasuk milik Kathy Griffin dan Jordan Peterson. Saat itu, dia mengatakan belum ada keputusan yang dibuat tentang pengaktifan kembali akun milik Donald Trump.

Diketahui, Twitter memblokir Trump dari platform pada awal 2021 lalu setelah dia melanggar aturan yang melarang menghasut kekerasan. Dia melanggar kebijakan integritas sipil Twitter dengan menyatakan dukungan untuk massa yang menyerbu Capitol pada 6 Januari tahun lalu.

Akunnya awalnya ditangguhkan selama 12 jam. Beberapa hari kemudian, di hari-hari terakhirnya menjabat, Twitter secara permanen menangguhkan akun pribadi Trump. Trump tidak dapat menggunakan platform tersebut sejak itu, meskipun upayanya untuk menghindari larangan tersebut dan gugatan yang gagal yang meminta agar aksesnya dipulihkan.

Kembalinya Trump mungkin merupakan keputusan bisnis di pihak Elon Musk. Awal pekan ini, sebuah laporan Reuters menunjukkan bahwa banyak pengguna terberat Twitter telah pindah dari platform ke Instagram dan TikTok. Musk sendiri telah mencatat bahwa banyak akun Twitter yang paling banyak diikuti tidak sering menge-tweet .

Diketahui pula, baik atau buruk, Trump sendiri adalah tokoh terkemuka dan cukup aktif di Twitter serta cuitannya kerap menarik perhatian. Apakah pengiklan akan senang melihat Trump kembali? Masih harus dilihat, kita nantikan saja. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads