alexametrics

Makin Pentingnya Peran Teknologi Cloud dalam Inovasi Bisnis

23 November 2020, 10:58:51 WIB

JawaPos.com – Komitmen AWS dalam mendukung pengembangan bisnis dunia usaha di Indonesia makin menguat. Ini terlihat dari banyaknya kisah sukses yang dibagi oleh banyak perusahaan dari beragam segmentasi pada kurun waktu belakangan ini terkait dengan efektivitas penggunaan cloud dalam menjawab berbagai isu krusial – dari skalabilitas, optimalisasi biaya, hingga mendukung akselerasi pengembangan inovasi di tengah situasi pasar yang berubah-ubah sangat dinamis.

Sebut saja pengembang sistem informasi sekolah terpadu Simak Online yang mampu menjawab isu skalabilitas guna siap memenuhi dinamika kebutuhan ekosistem dari ratusan sekolah yang menggunakan platformnya. Contoh lain adalah VIVERE yang mendayagunakan cloud untuk mendukung inovasi layanan agar senantiasa mampu menjawab kebutuhan pelanggan, dinamika tren, maupun tuntutan produktivitas, efisiensi, serta kompetensi bisnis secara cerdas.

Selain dua nama di atas, tercatat beberapa nama populer di industri berbasis digital yang berkomitmen mendayagunakan teknologi cloud AWS untuk mendukung pengembangan bisnisnya. Dari HappyFresh, Hallodoc, penyedia layanan pariwara luar ruang atau Out-of-Home (OoH) Adroady, hingga bagaimana teknologi cloud berperan penting dalam mendukung bisnis Jojonomic – platform bisnis all-in-one untuk kemudahan manajemen perusahaan maupun perusahaan berskala enterprise sekelas XL Axiata.

Jojonomic, Dayagunakan Cloud untuk Optimalisasi Pengembangan Inovasi

Dengan solusinya yang cerdas dan komprehensif, Jojonomic menawarkan kepada dunia bisnis sebuah konsep future of work. Ini adalah konsep dunia kerja masa depan yang tidak kenal batas waktu dan tempat, agar dapat menjawab kebutuhan aktualisasi karyawannya.

Indrasto Budisantoso (Jojonomic)

Indrasto Budisantoso CEO Jojonomic mengatakan solusi yang dikembangkannya menjadikan perusahaan tidak lagi harus mengandalkan proses-proses tradisional dan manual yang seringkali tidak efisien waktu.

“Dengan fitur-fitur komprehensif yang kami kembangkan, kami berkomitmen untuk menjadi solusi yang mudah diimplementasikan dan digunakan di setiap tempat kerja,” ujarnya. “Awalnya, kami berinovasi membuat solusi untuk menyederhanakan proses reimbursement yang rumit. Kini, kami telah berkembang menjadi perusahaan teknologi dengan ruang lingkup yang luas.”

Semua layanan Jojonomic berada di bawah payung satu platform yang disebut dengan Jojonomic Officeless, tersedia baik sebagai aplikasi web maupun mobile, ungkapnya.

Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 30 aplikasi yang dikembangkan oleh tim R&D Jojonomic. Aplikasi yang dikembangkan tersebut dirancang sebagai solusi efektif untuk mendukung produktivitas dan kolaborasi, manajemen SDM dari penggajian hingga kinerja, sales dan pemasaran, keuangan, operasional, hingga data intelligence dan kustomisasi.

“Segmen yang kami bidik adalah bisnis skala menengah hingga enterprise,” ujar Indrasto.

Banyaknya data yang harus diolah dan dianalisis terkait semangat untuk terus melakukan inovasi layanan, menjadikan Jojonomic membutuhkan infrastruktur yang mampu mengantisipasi kebutuhan- kebutuhan yang dinamis, seperti skalabilitas hingga agilitas.

Jojonomic mengandalkan beberapa solusi AWS seperti Amazon EC2 serta Amazon ECS untuk menjawab isu skalabilitas. Jojonomic juga menggunakan Amazon Rekognition untuk mempelajari dan mengenali wajah, untuk kebutuhan pengontrolan produktivitas karyawan.

Layanan AWS lainnya yang digunakan oleh Jojonomic adalah Amazon SageMaker untuk machine learning, AWS QuickSight untuk analisis data, AWS IoT Core untuk menghubungkan perangkat-perangkat IoT Jojonomic, dan Amazon Chime SDK untuk pengembangan antar muka konferensi video mereka.

XL Axiata, Andalkan Cloud untuk Akselerasi Transformasi Digital

Yessie (XL)

Digitalisasi di XL Axiata yang awalnya direncanakan akan dilaksanakan selama tiga tahun, menjadi dipercepat dan diperkirakan akan tuntas dalam waktu delapan belas bulan saja. Akselerasi ini tidak lepas dari pengaruh pandemi Covid-19 yang menjadikan dunia didorong untuk bertransformasi digital secepat-cepatnya.

Menurut Yessie D. Yosetya, Chief Information & Digital Officer, XL Axiata, implementasi cloud juga erat kaitannya dengan kajian perusahaan terhadap manfaat yang akan diperoleh XL Axiata dari penggunaan cloud, termasuk public cloud. Menurutnya, ini akan menjawab tantangan utama, seperti optimalisasi dan efisiensi biaya, keamanan, kecepatan time-to-market, hingga skalabilitas.

Ia menggambarkan, situasi sekarang sangat berbeda dengan cara timnya bekerja pada masa lalu yang serba terencana. “Saat kami melihat kenaikan traffic, maka kami perlu menyiapkan computing power yang membutuhkan waktu 6 hingga 8 minggu untuk penyediaan kapasitas yang dibutuhkan. Sangat berbeda ketika kami masuk ke cloud,” jelasnya. Kapabilitas auto scaling yang dihadirkan AWS menjadikan timnya tak perlu khawatir dalam menghadapi lonjakan traffic ketika tim bisnis mengadakan promosi untuk pelanggan.

Dalam pengimplementasiannya, atas pertimbangan percepatan adopsi dan biaya, XL Axiata memutuskan melakukan migrasi dari on premises langsung ke public cloud. Ke depan, XL Axiata akan mengadopsi hybrid cloud karena mereka memiliki aplikasi-aplikasi yang harus tetap berjalan di lingkungan on premises karena sensitif terhadap latensi, seperti aplikasi billing dan aplikasi-aplikasi sangat penting yang datanya harus tersimpan di on premises. Dalam tiga tahun, pihaknya akan melakukan migrasi 70% aplikasi dari data center ke cloud.

Aplikasi-aplikasi yang sudah berjalan di cloud AWS antara lain adalah aplikasi yang termasuk kategori touchpoint apps, yaitu MyXL dan Axisnet, situs web, SAP for HANA, sistem distribusi dan penjualan.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : ARM

Saksikan video menarik berikut ini: