Tak Sepenuhnya Aman, Kendaraan Lagi Berhenti Juga Perlu Waspada

22 Januari 2022, 15:10:51 WIB

JawaPos.com – Saat sedang berkendara, segala kemungkinan bisa terjadi. Kita yang sudah hati-hati, orang lain yang justru tidak hati-hati.  Maka dari itu, kewaspadaan diri perlu ditingkatkan agar bisa selamat di jalan saat sedang berkendara. Selain itu, yang paling penting juga kita tidak membahayakan dan mengancam keselamatan orang lain.

Hal ini disampaikan oleh pakar keselamatan berkendara sekaligus pendiri Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana. Dirinya mengungkapkan, terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di traffic light di Balikpapan, tidak berarti sepenuhnya kita aman dari bahaya kecelakaan lalu lintas.

“Di kita ini, banyak pengemudi, pengendara kendaraan bermotor yang kebiasaan buruknya sulit hilang. Menjaga jarak, susah sekali untuk menjaga jarak,” terang Sony kepada JawaPos.com.

Padahal, lanjut dia, menjaga jarak kendaraan saat sedang berhenti khususnya di lampu merah sangat penting. Hal ini punya efek turunan terhadap situasi lainnya yang bisa diambil.

“Mengapa menjaga jarak aman penting? Hal ini karena mereka jadi punya ruang untuk evakuasi ketika terlibat pada situasi darurat misalnya saat terjadi kecelakaan,” terang Sony.

Kebiasaan buruk kedua adalah saat berhenti banyak pengemudi yang merasa aman. Padahal tidak. Selain menjaga jarak, tetap siaga, dan waspada saat berhenti juga sangat perlu.

“Di dalam kabin kemudi (untuk pengendara roda empat) misalnya saat berhenti malah bermain handphone, perempuan malah kadang suka dandan, ngobrol dan sebagainya. Padahal ini tidak boleh,” tegas Sony.

Kenapa? Itu tadi. Kondisi tersebut membuat pengemudi tidak waspada lagi terhadap lingkungan yang ada di sekitar ruang atau area kemudi mereka. Pengemudi atau pengendara harusnya tetap melihat situasi dan menilai apakah mereka aman atau tidak.

Adapun yang perlu diperhatikan saat sedang berhenti di traffic light atau kemacetan lalu lintas lainnya adalah area belakang kendaraan. Tengok spion!

“Seharusnya tetap melihat kondisi sekeliling kendaraan terutama ke area belakang. Karena mata kita saat mengemudi cenderung melihat ke depan, area belakang jadi jarang terlihat. Padahal ini penting, apakah ada kendaraan di belakang, yang kira-kira kecepatannya tidak berkurang atau tidak,” bebernya.

Kalau melihat kondisi tersebut, pengemudi jadi bisa melihat dan menilai dan melakukan tindakan escaping atau menghindar menyelamatkan diri saat terjadi kecelakaan khususnya tabrak belakang oleh kendaraan yang remnya blong.

“Kemudian pastikan juga parking brake ini tidak aktif. Kenapa? Karena kita jadi bisa lebih cepat menhindar mana kala dihadapkan den gan situasi darurat seperti tabrak belakang,” tegasnya.

Jelang berhenti pun demikian. Ada aturan dan tata cara yang baik dan benar. Itu tadi, kembali pada poin keselamatan berkendara dan nyawa orang lain di sekitar kendaraan kita.

“Kalau ada kendaraan di depan yang mulai berhenti, jangan mengerem secara kasar. Rem secara halus dan berkala. Selain untuk tidak mengagetkan pengendara di belakang, perilaku pengereman seperti ini juga baik buat usia pakai rem kendaraan,” pungkas Sony.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads