alexametrics

Kendaraan Berat Jangan ‘Gantungkan Nyawa’ di Rem Utama

22 Januari 2022, 14:10:16 WIB

JawaPos.com – Kecelakaan maut terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (21/1) pagi. Truk kontainer menghantam sejumlah kendaraan yang tengah berhenti di traffic light kawasan Muara Kapak, Kota Balikpapan. Belasan kendaraan baik motor dan mobil yang tengah berhenti di lampu merah ‘disikat’ tiba-tiba dari belakang oleh truk yang remnya diketahui blong.

Berdasarkan data terbaru dari Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Sony Irawan, kecelakaan maut itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Sementara itu, ada satu orang yang kritis, tiga orang mengalami luka berat, dan 26 orang luka ringan.

“Saat ini diketahui jumlah korban, yaitu 4 orang meninggal dunia, 1 orang kritis, 3 orang luka berat, dan 26 luka ringan,” ungkap Sony Irawan

Berkaca dari kasus tersebut yang melibatkan kendaraan berat dan kondisi rem blong, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyatakan, kalau buat kendaraan berat, nyawa tidak boleh digantungkan pada rem utama saja.

Sebagai informasi, rem pada kendaraan berat khususnya truk, tronton atau bus setidaknya punya beberapa jenis mekanisme pengereman sekaligus. Rem pada kendaraan berat umumnya menggunakan pengereman angin murni atau full air brake, rem dengan mekanisme campuran angin dan cairan serta exhaust brake.

Terkait truk kontainer yang mengalami rem blong di Balikpapan, Jusri menilai penyebab rem blong yang dialami pada truk tronton tersebut diduga lantaran sopir tak memahami teknik pengereman.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: