alexametrics

Sahamnya Fluktuatif, Bukalapak Optimis Torehkan Kinerja Positif

21 Oktober 2021, 10:11:58 WIB

JawaPos.com – PT Bukalapak.com Tbk (“Bukalapak”, “BUKA” atau “Perseroan”) baru saja menggelar Public Expose secara virtual untuk membagikan informasi seputar laporan keuangan sepanjang kuartal kedua tahun 2021 serta perkembangan bisnis Perseroan sepanjang tahun 2021 ini.

Dari sisi capaian bisnis, Bukalapak mengklaim terus menunjukkan pertumbuhan yang positif meski sahamnya fluktuatif dimana Total Processing Value (TPV) selama kuartal kedua tahun 2021 (2Q21) dilaporkan tumbuh sebesar 56 persen dan semester pertama tahun 2021 (1H21) tumbuh 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing menjadi Rp 29,4 triliun pada 2Q21 dan Rp 56,7 triliun pada 1H21.

Sebanyak 73 persen TPV Perseroan selama semester pertama tahun 2021 (1H21) disebut berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, daerah dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung- warung dan usaha kecil ritel terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.

Pendapatan Bukalapak pada 2021 juga disebut tumbuh sebesar 37 persen dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 440 miliar, dan pendapatan 1H21 tumbuh 35 persen menjadi Rp 864 miliar.

Dibandingkan periode yang sama tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada 2Q21 tumbuh sebesar 292 persen menjadi Rp 145 miliar, sementara pendapatan pada 1H21 untuk Mitra Bukalapak naik sebesar 350 perse menjadi Rp 290 miliar.

Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan Perseroan meningkat dari 12 persen pada 2Q20 menjadi 33 persen pada 2Q21. Sementara pada akhir kuartal kedua 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 8,7 juta dan jumlah merchant yang terdaftar di marketplace Bukalapak mencapai lebih dari 6.6 juta.

“Kinerja Bukalapak terus membaik di semester pertama 2021 serta kesuksesan Initial Public Offering (IPO) pada kuartal ke-tiga tahun ini telah memperkuat posisi kami untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis,” ujar Rachmat Kaimuddin, Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk.

Dia melanjutkan, Bukalapak optimis untuk dapat melanjutkan momentum tersebut di masa-masa yang akan datang guna memastikan perusahaan memiliki pertumbuhan berkelanjutan.
“Tujuan kami saat ini adalah untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkualitas berdasarkan solusi-solusi bisnis yang tepat,” sambung Rachmat.

Dirinya meyakini Bukalapak berada di sektor bisnis yang tepat, dan E-Commerce lokal tersebut mempunyai platform yang baik, serta infrastruktur dan sumber daya untuk terus menghasilkan kinerja perusahaan yang baik di masa depan. Bukalapak yang dirintis oleh Achmad Zaky itu sesumbar terus berhasil menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)-nya.

Kerugian EBITDA pada 2Q21 sebesar Rp 407 miliar mencerminkan adanya perbaikan sebesar 31 persen dibandingkan pada 2Q20, sementara kerugian EBITDA pada 1H21 membaik sebesar 27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Rasio kerugian EBITDA terhadap TPV juga disebut membaik dari 3,1 persen pada 2Q20 menjadi 1,4 persen pada 2Q21, sementara rasio kerugian EBITDA pada 1H21 terhadap TPV juga membaik menjadi 1,2 persen dibandingkan dengan 2,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi kerugian, dikatakan juga bahwa Bukalapak mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 24,9 persen menjadi Rp 776 miliar pada 1H21 dari Rp 1.03 triliun pada 1H20. Pada 1H21, Perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 25,7 persen menjadi Rp 763 miliar dari Rp 1,03 triliun pada 1H20.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Rian Alfianto




Close Ads