alexametrics

Belanja Online Pakai Kartu, Perhatikan Hal Ini supaya Aman

20 November 2021, 19:07:05 WIB

JawaPos.com – Pandemi yang berkelanjutan telah memengaruhi kebiasaan berbelanja online pengguna lebih dari sebelumnya, ini juga ditunjukkan dengan penelitian Kaspersky yang mengungkap tiga dari lima pengguna online (64 persen) di Asia Tenggara (SEA) telah menggeser aktivitas belanja dari fisik ke dunia online atau secara daring.
Selain itu, menyambut akhir tahun, akan banyak juga berbagai penawaran belanja online menarik yang menggiurkan para pengguna, namun ini juga membuka celah bagi para penipu online. Pasalnya, sejak awal tahun 2021, Kaspersky telah menggagalkan 708 insiden di enam negara di Asia Tenggara, ini merupakan 50 persen dari total jumlah bankir seluler yang diblokir pada tahun 2020 yaitu sebanyak 1.408.
Kaspersky juga memantau peningkatan 60 persen dalam jumlah serangan yang menggunakan bankir seluler berbahaya yang terdeteksi dan diblokir di wilayah tersebut. Selain pentingnya memiliki solusi keamanan yang Andal dalam melindungi dompet digital, penting juga untuk menerapkan kebiasaan digital yang baik sebelum memutuskan untuk melakukan berbelanja online di masa liburan akhir tahun.
Salah satunya dalam penggunaan kartu saat berbelaja online. Kaspersky membagikan tiga tips sederhana tentang bagaimana penggunaan kartu yang aman ketika berbelanja online.
Pertama, idealnya, gunakanlah kartu kredit. Ini bukan berarti bahwa kartu kredit lebih aman daripada kartu debit.
Namun, itu akan lebih mudah diselesaikan jika terdapat transaksi berbahaya yang melibatkan kartu kredit Anda.
Bank memiliki skema asuransi dan masa tenggang yang memungkinkan Anda untuk memperingatkan mereka apabila Anda menemukan transaksi yang mencurigakan, jadi pastikan untuk mengawasi saldo kartu, daftar transaksi terbaru dan mengaktifkan notifikasi transaksi.
Sedangkan kartu debit, uang yang hilang akan ditarik langsung dari rekening Anda. Artinya, Anda kehilangan uang Anda sendiri. Dan untuk mendapatkannya kembali biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan kartu kredit dan Anda tidak perlu melakukan pembayaran hingga penyelidikan bank selesai.
Kemudian, gunakan saldo minimum, hanya untuk berbelanja online.
Jika dikompromikan, Anda dapat dengan mudah memotong kartu tanpa memengaruhi rekening bank utama.
Pastikan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera hubungi bank Anda dan cobalah untuk membatalkan transaksi, semakin cepat diatasi, semakin baik.
Prinsip yang sama berlaku untuk memiliki email khusus kebutuhan berbelanja online. Ini akan membatasi jumlah pesan spam yang Anda terima dan secara signifikan mengurangi risiko membuka email berbahaya yang disamarkan sebagai promosi penjualan.
Sebaiknya juga hanya menggunakan kartu kredit dengan limit rendah, atau sesuaikan dengan pola pengeluaran Anda. Ini untuk memastikan apabila para pelaku kejahatan siber mendapatkan akses menuju kartu, mereka hanya dapat menggunakannya dalam jumlah terbatas (paling rendah). Sehingga ini tidak menimbulkan kerugian finansial yang besar pada Anda.
Ketiga, menjaga keamanan detil kartu dengan ketat. “Meskipun hidup akan lebih mudah jika detail kartu disimpan di seluruh platform belanja online yang Anda gunakan, namun berbagai insiden pelanggaran data yang terjadi seharusnya cukup memperingatkan kita untuk menjaga data keuangan dengan lebih aman dan bertanggung jawab,” ujar
Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.
Menurutnya, semakin banyak data yang dibagikan dan disimpan secara online, maka akan semakin tinggi pula risiko keamanan yang Anda tanggung.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: