alexametrics

Waspada Scamming di Tengah Ingar Bingar Peluncuran iPhone 12 Series

18 Oktober 2020, 11:44:51 WIB

JawaPos.com – Belum lama ini Apple  menggelar acara yang sekaligus menjadi momentum untuk pengenalan jajaran iPhone 12 terbaru. Seperti euforia dari tahun ke tahun, tidak hanya pengguna Apple yang tertarik dengan acara ini, tetapi sayangnya begitu pula para penjahat siber dalam hal ini para scammers.

Selama sembilan bulan pertama tahun 2020, perusahaan riset dan keamanan siber Kaspersky dalam laporannya mengaku telah melihat bahwa scammer secara konsisten memiliki ketertarikan pada akun dan para pengguna Apple. Seperti, setiap bulannya, para peneliti perusahaan telah menemukan sekitar 100 domain mencurigakan di seluruh dunia yang menyebutkan “Apple” sebagai sebuah perusahaan.

Sebagian besar situs web ini mengharuskan pengguna memasukkan ID Apple dan kata sandi mereka. Jumlah sumber daya tersebut meningkat pesat di bulan September, dan mencapai 1.950 domain pada akhir bulan.

Setelah menganalisis sejumlah nama sumber daya tersebut, para ahli Kaspersky mendapati beberapa di antaranya menawarkan untuk menemukan ponsel yang hilang, sementara lainnya menawarkan bantuan pemulihan akses ke akun pengguna.

Terdapat juga situs phishing yang meniru layanan Apple’s Support. Kemungkinan besar situs itu dibuat dengan tujuan mencuri akun pengguna. Namun, upaya tersebut tidak bekerja dengan baik dan hanya berupa perangkat lunak ‘rintisan’.

Para scammer disebut cenderung menyukai penggunaan halaman tersebut sebagai tindakan pencegahan sehingga apabila situs diblokir, mereka dapat mengaktifkan yang lain. Pakar keamanan Kaspersky Tatyana Sidorina mengimbau pengguna Apple untuk lebih berhati-hati.

’’Peningkatan minat scammer kepada layanan Apple menunjukkan bahwa mereka akan dengan senang hati mendapatkan keuntungan dari apa pun yang menarik perhatian pengguna. Peluncuran iPhone terbaru mungkin merupakan peluang sempurna bagi para scammers ini untuk menyebarkan fitur berbahaya,” ungkap Tatyana melalui laporannya yang diterima JawaPos.com.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, Kaspersky juga menyarankan pengguna beberapa hal. Pertama dan yang paling penting, masyarakat diminta untuk bersikap skeptis tentang berita atau penawaran dan promosi yang berlimpah ruah.

Selanjutnya, perlunya melakukan verifikasi bahwa pesan datang dari sumber yang dapat dipercaya. Kemudian jangan juga mengikuti tautan dari email atau pesan mencurigakan di instant messenger dan jejaring sosial.

Terakhir, agar selalu aman dan jauh dari potensi serangan siber dalam hal ini scamming, selalu periksa keaslian situs web yang dikunjungi. Penting juga untuk menginstal solusi keamanan dengan basis data terbaru yang mencakup pengetahuan tentang sumber daya phishing dan spam terbaru. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Rian Alfianto




Close Ads