alexametrics

Kendaraan Niaga Jadi Andalan, Memilih Bannya Tak Boleh Sembarangan

2 Desember 2020, 12:48:29 WIB

JawaPos.com – Sejak pandemi Covid-19 melanda, kendaraan niaga semakin diandalkan seiring kebutuhan ekspedisi dan logistik yang meningkat. Pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat serta alat kesehatan yang didistribusikan antar wilayah juga kian mengandalkan kendaraan niaga.
Meskipun demikian, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kendaraan niaga berdaya angkut besar seperti truk dan bus nyatanya mengalami penurunan penjualan sepanjang tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.
Produsen ban premium tingkat global PT Hankook Tire Sales Indonesia memandang, lesunya penjualan kendaraan niaga disebabkan karena para pengusaha dan pelaku industri cenderung mengutamakan survival mode bagi bisnisnya melalui efisiensi biaya, sehingga penggunaan kendaraan niaga yang sudah menjadi aset perusahaan kian dioptimalkan alih-alih membeli unit baru.
Langkah ini cukup wajar dilakukan oleh pengusaha di kondisi ekonomi yang belum stabil ini. Sebetulnya penjualan kendaraan niaga sendiri sudah mulai membaik sejak Agustus lalu tepatnya ketika aktivitas ekonomi mulai kembali digenjot, namun memang belum sepenuhnya pulih jika berangkat dari kondisi para mitra fleet kami di lapangan.
“Sebagai produsen ban, Hankook Tire berupaya membantu para pelanggan dari para mitra fleet kami dalam menerapkan optimalisasi kendaraan niaga dengan pemilihan ban yang tepat dan sesuai.” jelas National Sales Manager TBR (Tire & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.
Untuk ban kendaraan niaga, dirinya memberikan dua tips dasar dalam memilih ban untuk kendaraan niaga, yaitu pertama, pengendara perlu memahami jarak tempuh yang akan dilalui kendaraan, apakah jarak jauh, jarak menengah, atau jarak dalam kota.
Kemudian pertimbangkan kondisi jalan, apakah off road, jalan perkotaan (on-road) atau kombinasi antara on dan off road. Hal ini akan menentukan spesifikasi ban yang diperlukan agar mampu menunjang kendaraan niaga dengan optimal.
Bagi kendaraan yang beroperasional di jalan aspalt (on-road) dapat menggunakan tipe kembang ban halus, sedangkan untuk kondisi jalan kombinasi, dapat menggunakan tipe kembang mixed, dan untuk off-road dapat menggunakan tipe kembang ban off atau kasar.
Untuk mempermudah dalam menentukan pemilihan ban, Hankook memberikan kode-kode pada produk TBR-nya (Truck and Bus Radial), antara lain yaitu kode H untuk penggunaan regional atau on-road, kode M untuk penggunaan kombinasi atau mixed services. Kemudian ada kode penentu posisi yang terdiri dari kode A untuk semua posisi, kode D untuk posisi Drive, dan kode T untuk posisi Trailer.
Kedua, pengendara perlu memperhatikan Indeks Beban dan Kecepatan. Aspek ini menjadi salah satu penentu dalam menentukan kemampuan ban dalam menopang beban muatan dan kecepatan.
Jika kendaraan menampung beban yang melebihi kapasitas ban, maka, tekanan angin harus disesuaikan (ditambah) dan kecepatan perlu diturunkan. Untuk menentukan hal ini, Hankook Tire melalui jaringan distributornya mengaku siap siaga membantu perusahaan angkutan dan bus.
Pada Maret lalu, pemerintah dan pelaku usaha sedang mendiskusikan wacana pembatasan usia pakai kendaraan niaga yang terbagi menjadi 25 tahun untuk bus komersial, 20 tahun untuk truk, dan 15 tahun untuk bis pariwisata. Adapun dari sisi pelaku usaha, penentuan regulasi masa pakai kendaraan sangat penting karena akan berdampak pada nilai asset dan biaya operasional bisnis.[
Melihat hal ini, President Director PT. Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, sebagai produsen ban, pihaknya berusaha menjawab tantangan dan kebutuhan pelaku bisnis di Indonesia lewat inovasi produk yang mengakomodir kebutuhan tersebut.
“Untuk membantu mengelola biaya operasional dengan efisien, pemilihan ban yang tepat dapat memungkinkan pengeluaran rupiah per kilometer yang lebih rendah. Sedangkan untuk budget planning pembelian ban bagi kendaraan niaga dapat dihitung berdasarkan data umur pakai ban dan jumlah kendaraan,” beber Shin.
Dia menyebut, pihaknya selalu berupaya membantu pengusaha angkutan untuk menekan biaya operasional dengan produk yang inovatif dan dan pelayanan untuk memaksimalkan pemakaian ban. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads