alexametrics

Dokter Nasronudin: Antisipasi dengan Kekebalan Tubuh

29 Februari 2020, 11:49:28 WIB

JawaPos.com – Persebaran Covid-19 makin masif di luar Tiongkok. Beberapa negara di Asia, Eropa, sampai Amerika melaporkan temuan adanya warga yang terkena virus itu. Menariknya, sampai tadi malam belum ada satu pun laporan kejadian di Indonesia. Berikut penjelasan Prof dr Nasronudin SpPD KPTI FINASIM, direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) yang juga ketua Indonesian State University Hospital Association sekaligus mantan ketua Institute of Tropical Disease (ITD) Unair.

Kenapa Indonesia masih zero Covid-19?

Hal itu dimungkinkan karena iklim Indonesia berbeda dengan negara lain. Selain itu, orang-orang Indonesia terbiasa terpapar mikroorganisme, tetapi bisa sembuh karena ketahanan tubuh yang bagus. Indonesia juga negara mayoritas muslim. Kebiasaan berwudu dan cuci tangan dapat mencegah penularan mikroorganisme dan virus.

Ada beberapa WNI yang terkena di negara lain. Bagaimanakah itu?

Saat ini yang belum diteliti adalah faktor genetik. Ini belum terbukti. Sebab, orang di luar negeri ada yang tertular juga.

Muncul anggapan Indonesia tidak mampu mendeteksi?

Alat pendeteksi virus korona yang dimiliki Indonesia, baik di ITD Unair maupun Balitbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sangat canggih. RSUA juga telah mengobservasi lima pasien yang memiliki gejala klinis virus korona. Namun, hasil sampel yang dikirim ke ITD dan Balitbang Kemenkes negatif semua.

Apa yang harus dilakukan masyarakat?

Masyarakat tidak perlu hipereaktif, panik, maupun takut terhadap virus korona. Sebab, virus korona dapat dimusnahkan dengan kekebalan tubuh sendiri. Yang terpenting jaga kesehatan tubuh.

Jangan panik karena stres dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Selain itu, harus menjaga kebersihan dengan membiasakan cuci tangan atau berwudu setiap saat. Selain itu ada lagi?

Karena virus korona adalah masalah dunia, tentu dampaknya luas. Meski begitu, langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk kewaspadaan virus korona sudah sangat bagus. Mulai menjaga ketat pusat pintu-pintu keluar masuk luar negeri. Sikap kehati-hatian pemerintah juga tepat meski kasusnya belum ada.

Apakah mengonsumsi rempah-rempah memang bisa mencegah virus korona?

Rempah-rempah bermanfaat sebagai CAM (complementary alternative medicine). Bila dinyatakan sebagai obat antivirus korona, harus dibuktikan melalui penelitian fase I pada binatang tentang keampuhan dan keamanan, fase II pada orang sehat, dan fase III pada orang sakit pengidap Covid-19.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ayu/c9/ayi



Close Ads