alexametrics
Bincang Persiapan Liga 1

Ada Komite Tetap Wasit, Iwan Bule Jamin Pertandingan Lebih Fair

24 Februari 2020, 18:48:04 WIB

Liga 1 kickoff pada 29 Februari mendatang. Banyak pihak yang berharap kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu kali ini bisa lebih baik. Selain itu, yang juga penting, kompetisi rutin tersebut dapat meningkatkan prestasi sepak bola tanah air. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Farid Satya Maulana dengan Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan.

Sebagai ketua umum PSSI, kompetisi musim ini juga bisa jadi tolok ukur kesuksesan kepemimpinan. Apa hal baru yang dilakukan agar masalah musim lalu tidak terulang, terutama soal jadwal kompetisi?

Ya, musim ini kami mencoba yang terbaik. Kami juga sedang membuat terobosan baru, yaitu bekerja sama dengan kepolisian untuk menyamakan jadwal Liga 1. Sinkronisasi ini harus dilakukan agar tidak ada lagi penundaan pertandingan gara-gara tidak ada izin kepolisian.

Liga 1 butuh pertandingan yang sesuai dengan jadwal. Kepolisian juga perlu sesuai dengan jadwal. Mereka kan punya kalender kamtibnas, mulai harian, mingguan, sampai bulanan. Di situ nanti dicocokkan.

Saya juga sudah berbicara dengan Dirintel. Kabagintelkam juga sudah diperintah langsung oleh Kapolri untuk membantu PSSI terkait dengan jadwal ini. Mudah-mudahan sesuai harapan publik, kompetisi bisa berjalan baik dan benar. Yang paling penting tepat waktu dan tidak ada perubahan jadwal lagi. Kami harus akui, tentu tidak sempurna. Paling tidak, hasilnya maksimal.

Apakah nanti tidak ada jadwal Liga 1 yang bentrok dengan agenda timnas? Belum lagi enam agenda FIFA Matchday sepanjang 2020?

Itu akan kami rapatkan lagi di internal ya. Sebab, kan terkadang antara timnas dan liga ada perbedaan jadwal. Walau sudah dicocokkan, ada saja nanti pemanggilan yang sifatnya tiba-tiba atau dadakan dari pelatih timnas. Saya harap, untuk kepentingan timnas itu, liga bisa mengerti, terutama klub-klub yang pemainnya dipanggil. Namun, kami mencoba itu tidak terjadi. Kami harap juga tidak ada lagi perubahan jadwal di Liga 1 karena nanti pasti berdampak pada agenda timnas juga.

Musim lalu banyak wasit yang dikritik karena tidak fair ketika memimpin pertandingan. Apa antisipasi PSSI agar masalah itu tidak terulang?

Ini kami sedang perbaiki. Dalam waktu dekat ada workshop dengan wasit. Kami juga sudah punya komite tetap wasit. Kami akan berbicara dengan komite agar bisa mengeliminasi kesalahan-kesalahan wasit tahun lalu.

Kami juga ingatkan dan peringatkan ya. Untuk wasit, jangan coba main-main lagi. Jangan coba lakukan tindakan tidak terpuji lagi. Risikonya tanggung sendiri nanti. Sebab, Satgas Antimafia Bola Jilid III sudah dibentuk lagi. Jangan coba main-main. Akan ada hukuman keras dan tegas. Untuk yang sudah baik, tetap tingkatkan.

Apakah tidak ada niat untuk menggunakan VAR agar bisa membantu kerja wasit di lapangan?

Saat kongres PSSI lalu, saya sampaikan kepada voters bahwa akan ada pelatihan VAR (video assistant referee) tahun ini bagi wasit-wasit. Lalu, kalau sudah mengerti, baru kami laksanakan VAR-nya. Rencananya 2021. Bertahap ya karena memang tidak mudah. Mungkin di Piala Dunia nanti bisa pakai VAR karena memang peralatannya banyak dibawa dari sana. Tahun depan mudah-mudahan sudah bisa pakai VAR.

Anda pernah berjanji memberikan dana Rp 15 miliar setiap musim kepada klub Liga 1 sebagai subsidi kompetisi. Namun, kenyataannya, sampai saat ini janji itu belum bisa terealisasi. Klub yang banyak memberikan suara kepada Anda juga kecewa. Apa tanggapannya?

Pak Cucu Somantri (wakil ketua umum PSSI dan direktur utama PT LIB) pernah menyampaikan, PT LIB saat ini masih banyak utang. Jadi, kalau utang itu sudah bisa lunas semua, janji saya pasti akan terealisasi. Karena apa? Uang subsidi kan dari PT LIB.

Soal janji Rp 15 miliar, itu memang ada. Tapi, masalahnya, LIB tidak bisa menutupi itu karena banyak utang. Sekali lagi, uang subsidi kan dari LIB. Kalau sudah cukup, pasti akan mulai kami sampaikan ya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c5/agm



Close Ads