Haedar Nashir: Fokus Digitalisasi, Tingkatkan Internasionalisasi

21 November 2022, 12:56:41 WIB

JawaPos.com – Haedar Nashir kembali terpilih sebagai ketua umum PP Muhammadiyah periode 2022–2027 pada muktamar ke-48 di Solo. Apa saja agenda yang akan dilakukan lima tahun mendatang? Berikut wawancara dengan guru besar sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.

Setelah terpilih sebagai ketua umum PP Muhammadiyah, apa saja yang akan Anda lakukan?

Kami tentu akan menggelar rapat-rapat. Kami akan membentuk majelis, lembaga, dan biro. Kami sangat serius membuat program kerja. Program itu akan diterjemahkan dalam kebijakan yang terukur. Kami membutuhkan konsinyering dalam membahas itu semua. Lebih dari itu, kami akan menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Abdul Mu’ti kembali mendampingi Anda sebagai sekretaris umum. Seperti apa sosok Mu’ti di mata Anda?

Kami sudah bersama selama tujuh tahun dan akan bersama lagi lima tahun ke depan. Pak Mu’ti itu orangnya lincah dan bisa guyon maton.

Sehingga PP Muhammadiyah itu santai, cair, tapi juga produktif. Bahkan, Pak Mu’ti menyusun buku humor. Mudah-mudahan apa yang sudah kami lakukan selama periode 2015–2022 dapat kami perbaiki pada masa-masa yang akan datang.

Bagaimana pendapat Anda terkait usulan penambahan anggota PP Muhammadiyah?

Hal tersebut akan ditentukan melalui sidang pleno yang akan dilakukan PP Muhammadiyah terpilih. Kami akan bersidang pleno apakah peluang yang diberikan oleh AD/ART untuk menambah itu (PP) mau kita gunakan atau tidak. Ya, tentu demi kemaslahatan, tentu juga akan ditambah. Tapi tergantung pada keputusan pleno itu, bisa menambah bisa tidak. Kami tidak bisa mendahului pleno.

Setelah muktamar selesai, apakah struktur Muhammadiyah di bawah juga akan melakukan musyawarah-musyawarah?

Kepemimpinan kami ke depan harus mampu mendinamisasi seluruh gerakan kepemimpinan secara nasional, yang insya Allah setelah muktamar ini akan diikuti musyawarah wilayah, daerah, cabang, dan ranting. Ini kami jadwal sedemikian rupa sehingga dalam tiga bulan ke depan semua permusyawaratan sudah selesai.

Tahun politik semakin dekat. Bagaimana relasi Muhammadiyah dengan politik pada pesta demokrasi 2024 mendatang?

Mengenai sikap Muhammadiyah terkait tahun depan yang sudah memasuki tahun politik, sebagaimana hukum dinamika, kami akan terus melakukan relasi kebangsaan dalam bidang ekonomi, budaya, keagamaan, dan politik. Bahwa ada tekanan pada relasi politik kebangsaan tentu, karena kami ini ormas, lalu ada partai politik, TNI/Polri. Saya pikir itu positif dan jadi agenda yang akan kami lakukan. Tapi, lebih dari itu, memberi manfaat terbaik bagi negara dan kemanusiaan universal.

Bagaimana Muhammadiyah mengembangkan sistem digitalisasi untuk kemajuan persyarikatan?

Proses digitalisasi menjadi penting, satu paket dengan gerakan literasi Muhammadiyah untuk mencerdaskan, memajukan, dan mencerahkan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Muhammadiyah penting secara masif dan terstruktur masuk ke era digitalisasi, baik dalam pengelolaan organisasi dan administrasi maupun dalam publikasi dan pengembangan aktivitas.

Gerak tablig Muhammadiyah bahkan wajib hukumnya melalui proses digitalisasi. Para mubalig juga penting adaptif dan piawai menggunakan teknologi digital. Para pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan dan lingkungan juga dituntut memasuki proses digitalisasi. Bukan menjadi konsumen, tetapi menjadi aktor dan produsen.

Muhammadiyah gencar melakukan internasionalisasi. Bagaimana mengembangkan program tersebut ke depan?

Program internasionalisasi akan terus ditingkatkan sehingga ke depan Muhammadiyah semakin membuana dengan amal usaha dan pemikiran-pemikiran yang dikenal di ranah global. Peran ini dapat dilaksanakan secara institusional atau kelembagaan sehingga memiliki kekuatan lebih luas dan kontinuitas bagi kemajuan Muhammadiyah. Penerjemahan buku-buku, pemikiran-pemikiran resmi, dan publikasi aktivitas Muhammadiyah ke dalam berbagai bahasa internasional harus menjadi satu paket dengan digitalisasi dan internasionalisasi Muhammadiyah.

Peran PCIM dan organisasi sister dapat dioptimalkan dalam agenda strategis yang penting tersebut. Lebih-lebih Muhammadiyah memiliki 173 perguruan tinggi yang selama ini akrab dengan dunia digital dan relasi internasional.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lum/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads