alexametrics

Berly: Solusi Solar Langka, Kaji Lagi Alokasi Anggaran Subsidi BBM

19 November 2019, 18:45:24 WIB

KELANGKAAN solar memunculkan permasalahan saat terjadi peningkatan permintaan menjelang akhir tahun. Pengamat menilai banyak aspek yang patut dievaluasi dari kasus krisis solar tersebut. Di antaranya, besaran anggaran subsidi BBM. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Agfi Sagittian dengan Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya kemarin (18/11).

Apa tanggapan Anda soal kelangkaan solar subsidi baru – baru ini?

Perlu dievaluasi penyebabnya sehingga tidak terulang. Khususnya menjelang akhir tahun ketika aktivitas ekonomi meningkat. Pada akhir tahun, ada momen liburan Natal dan tahun baru. Aktivitas logistik dan transportasi tentulah akan bertambah.

Kuota solar subsidi tahun ini dikeluhkan kurang. Apakah benar demikian?

Memang biasanya setiap tahun konsumsi BBM bertambah. Sehingga kalau kuota berkurang, berpotensi tidak mencukupi kebutuhan. Tahun ini kuota solar dikurangi dari 15,6 juta kl pada 2018 menjadi 14,5 juta kl.

Lantas, bagaimana solusi agar ke depan tidak terjadi masalah serupa?

Alokasi anggaran di anggaran pendapatan dan belanja negara untuk subsidi solar perlu ditambah. Sebab, mekanismenya adalah subsidi tetap. Tidak bisa ada sebagian solar yang disubsidi dan sebagian lagi tidak.

Apakah pelaksanaan atau realisasi BBM bersubsidi sejauh ini sudah baik dan tepat sasaran?

Intinya, menjadi hal yang sangat penting bahwa mekanisme subsidi perlu ada di anggaran pendapatan dan belanja negara supaya transparan dan good governance. Jadi, tidak hanya dibebankan kepada Pertamina.

Catatan apa yang perlu diperhatikan pemerintah soal kebijakan BBM?

Jika yang dibidik adalah proyeksi jangka panjang, pemerintah tidak boleh lupa dengan fokus peningkatan perbaikan transportasi umum dan insentif penggunaan mesin listrik. Sebab, itu bisa menjawab masalah konsumsi BBM fosil yang makin tinggi. Juga lebih menguntungkan dari sisi lingkungan

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/agm



Close Ads