alexametrics

Feri Amsari: Pengesahan UU IKN Minim Partisipasi Publik

19 Januari 2022, 12:50:26 WIB

JawaPos.com – Dosen hukum tata negara dari Universitas Andalas Feri Amsari yakin, cepat atau lambat, masyarakat akan menggugat UU IKN ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mengapa demikian? Berikut petikan wawancaranya.

DPR mengebut pembahasan RUU IKN, apakah publik diberi cukup ruang untuk terlibat dalam pembahasan?

Memang ada permasalahan dalam proses legislasi kita dalam beberapa periode belakangan ini. Termasuk RUU IKN. Beberapa hal, menurut saya, tidak terbuka. Padahal, semestinya UU Ciptaker menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan DPR agar tidak terburu-buru dalam pembentukan undang-undang. Ada lima tahapan yang hampir tidak terdapat partisipasi publik dan kelemahan dalam proseduralnya. Terutama soal keterbukaan akses. Misalnya, naskah akademik dan draf RUU.

Kentara semalam itu tidak ada ruang di publik untuk lebih jauh menelaah RUU itu. Misalnya, soal format pemerintahan daerah IKN yang masih diperdebatkan kesesuaiannya dengan konstitusi. Gagasan demokrasinya juga tidak terlihat. Jadi, memang sangat terburu-buru jika dilihat prosesnya.

Ada urgensi apa sehingga RUU IKN dibahas dengan sangat cepat?

Ada sesuatu yang sudah, katakanlah by order, untuk segera diselesaikan. Baik oleh pemerintah maupun pihak-pihak yang berkepentingan dengan pembangunan ibu kota baru ini. Kalau tahapannya terburu-buru, menurut saya memang ada target yang dikejar. Dan biasanya, kalau sudah ada target, ada yang memesan ya. Katakanlah kelompok lobbyist politik yang sedang bermain untuk kepentingan bisnis tertentu di IKN. Atau proyek-proyek yang hendak dikerjakan di ibu kota negara. Jadi, secara teori politik ya selalu undang-undang yang dikejar, apalagi mengeluarkan biaya tinggi. Tidak hanya undang-undang itu akan memberikan proyek atau program tertentu dengan angka yang luar biasa besar, kecenderungannya secara teori memang ada yang memesannya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (syn/c18/oni

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads