Bincang Kabinet Pemerintahan Jokowi–Ma’ruf

Ahmad Erani: Figur Menteri Harus Bisa Eksekusi Visi Pembangunan SDM

15 Juli 2019, 15:29:42 WIB

SETELAH membangun infrastruktur secara masif di periode pertama, Presiden Joko Widodo menyiapkan konsep pembangunan manusia besar-besaran. Bagaimana konsepnya dan seberapa jauh pengaruhnya terhadap komposisi kabinet? Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Folly Akbar dengan Staf Khusus Presiden Bidang Perekonomian Ahmad Erani Yustika.

Jokowi mencanangkan pembangunan SDM di periode kedua. Kondisi apa yang melatarbelakangi itu? Apa urgensinya?

Manusia merupakan modal utama pembangunan nasional untuk menuju pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing manusia, khususnya membangun sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter.

Sesuai dengan visi yang diusung beliau, yaitu Indonesia Maju, pembangunan manusia merupakan komponen utama untuk merealisasikan visi tersebut. Pak Jokowi paham betul bagaimana membangun negeri ini dengan diawali pembangunan infrastruktur fisik secara masif pada periode pertama sebagai fondasi untuk membangun pembangunan manusia pada periode kedua nanti. Meskipun sebetulnya pembangunan insani juga sudah dijalankan secara intensif lima tahun ini. Jadi jelas bahwa visi Indonesia Maju dan pentingnya peningkatan kapasitas manusia sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi Indonesia merupakan latar belakang Pak Jokowi mencanangkan pembangunan manusia di periode kedua.

Cakupan pembangunan SDM sangat luas. Sektor mana saja yang menjadi prioritas?

Dalam lima tahun ke depan, pemerintah akan fokus meningkatkan kondisi warga yang berkualitas dan berdaya saing. Secara lebih spesifik, fokus pembangunan manusia akan diturunkan menjadi beberapa sasaran, di antaranya pengendalian penduduk dan penguatan tata kelola kependudukan, perlindungan sosial bagi seluruh penduduk, pemenuhan layanan dasar, peningkatan kualitas anak, perempuan, dan pemuda, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produktivitas dan daya saing.

Apa target yang ingin dicapai dalam lima tahun untuk pembangunan manusia?

Sesuai dengan fokus pembangunan insani yang dijabarkan sebelumnya, dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan lebih dari 90 persen perlindungan sosial bagi seluruh penduduk, mencakup jaminan sosial tenaga kerja, asuransi nelayan, kepesertaan JKN, BPJS, PKH, dan program bantuan lainnya.

Selain itu, pemerintah menargetkan pemenuhan layanan dasar lebih dari 90 persen yang meliputi penyediaan layanan serta fasilitas kesehatan hingga pelosok daerah. Sehingga masyarakat dengan mudah mengakses fasilitas kesehatan. Selanjutnya, pemerintah memiliki misi peningkatan produktivitas dan daya saing, meliputi peningkatan jumlah pekerja ahli menengah dan tinggi, lulusan pendidikan dan pelatihan vokasi bersertifikat, jumlah publikasi dan riset internasional, serta penambahan pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Apakah visi tersebut akan berdampak pada komposisi dan pemilihan menteri?

Tentu presiden akan mempertimbangkan keseluruhan aspek dalam pertimbangan komposisi dan pemilihan para pembantunya. Seperti yang telah disampaikan beliau, para pembantunya nanti diharapkan adalah figur-figur yang sigap dan bisa mengeksekusi program yang telah disusun

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c19/agm

Saksikan video menarik berikut ini: