alexametrics

Trimedya Panjaitan Berharap Panitia Capim KPK Bertemu Komisi III

Bincang Seleksi Calon Pimpinan KPK
12 Juli 2019, 17:57:16 WIB

KOMISI III DPR RI menjadi penentu siapa calon yang dipilih menjadi pimpinan KPK mendatang. Mereka menunggu 10 nama yang akan diserahkan Presiden Joko Widodo kepada dewan. Berikut perbincangan wartawan Jawa Pos Khafidlul Ulum dengan Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan.

Panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) KPK telah mengumumkan 192 nama yang lolos seleksi administrasi, apa pendapat Anda?

Kami sifatnya menunggu. Proses seleksi masih berada di tangan pansel. Nanti pansel yang melaporkan ke Presiden Jokowi hasil dari seleksi. Setelah itu, Presiden Jokowi akan menyerahkan nama-nama ke DPR. Jika sudah masuk ke dewan, baru nanti diserahkan ke komisi III untuk dilakukan fit and proper test.

Apa masukan komisi III terhadap pansel capim KPK ?

Kalau seandainya pansel mau kirim surat dan bertemu komisi III, menurut saya, itu baik. Kan mereka sudah ke mana-mana. Mereka datang ke BIN, Kapolri, BNPT, dan instansi lainnya. Komisi III malah belum ditemui. Mereka bisa tanya ke kita apa yang dibutuhkan untuk sosok pimpinan KPK ke depan. Kami tidak mengundang pansel karena mereka bukan mitra kerja komisi III. Nanti kami malah dianggap intervensi.

Kapan nama – nama capim KPK diserahkan ke DPR?

Kami berharap awal September Presiden Jokowi sudah menyerahkan 10 nama capim KPK ke DPR. Sekitar 5 September lah, kalau 10 September mepet. Jadi, kami harap 5 September nama capim sudah diserahkan. Calonnya kan ada 10 orang, jadi butuh sekitar tiga sampai empat hari untuk uji kelayakan dan kepatutan. Kami harus mempelajari, mengumumkan di koran untuk mendapat masukan dan saran dari masyarakat.

Apakah fit and proper test dilakukan DPR sekarang atau DPR yang baru?

Ini yang perlu dibahas dengan pansel. Apakah diserahkan DPR sekarang atau yang akan datang. Ini menjadi pertanyaan untuk pansel. Jika diserahkan ke DPR sekarang, menurut saya waktunya masih cukup, walaupun tidak banyak. Pada 26 Juli, DPR akan reses dan baru masuk kembali pada 16 Agustus. Jadi, DPR yang sekarang hanya punya waktu tidak sampai 1,5 bulan. Kalau diserahkan ke DPR yang baru nanti, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah dilantik, mereka akan disibukkan dengan pemilihan serta pengisian pimpinan DPR dan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD). Seremoni masih akan berlangsung sampai bulan 11.

Seperti apa sosok pimpinan KPK mendatang?

KPK adalah penegak hukum. Unsur dari polisi dan kejaksaan tetap perlu ada. Karena apa pun, seorang jenderal yang sudah 20–30 tahun bergelut di bidang hukum, apalagi punya pengalaman reses tinggi, tentu mumpuni dalam ilmu penyelidikan dan penyidikan. Mereka tentu mumpuni dalam substansi hukum. Kalau tidak kuat dalam substansi hukum, bagaimana mengikuti gelar perkara? Dalam gelar perkara kan adu ilmu, teori, dan praktik.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c17/agm