alexametrics
Bincang Tarik Ulur Perppu KPK

Basaria Panjaitan: Apa pun Sikap Presiden, Semangat Kami Tidak Berubah

11 Oktober 2019, 19:48:11 WIB

KEPASTIAN penerbitan perppu juga belum menemui titik terang. Di tengah situasi itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga berkepentingan hanya bisa menunggu sembari mengantisipasi berbagai efek berlakunya hasil revisi. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Debora Danisa Sitanggang dengan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kemarin (10/10).

Sikap KPK terhadap rencana presiden menerbitkan perppu?

Tidak usah khawatir. Kita tunggu dulu. Nanti baru kita pikirkan untuk berikutnya. Dan apa pun kondisinya, kita sudah mempersiapkan. Sudah dibahas mulai sekarang. Sementara UU KPK akan berubah, kita lihat karena waktunya belum tanggal 17 (Oktober). Apakah akan diubah, belum ada kepastian untuk itu. Tapi, semangat kami dan penyelidikan tidak akan berubah.

Lantas, apa tanggapan KPK terhadap sikap presiden yang tidak segera menandatangani UU?

Itu saya kurang tahu, ya. Kalau mau jujur, sebenarnya saya belum baca secara keseluruhan. Tapi, saya pikir, kalau legislatif berbicara juga ada yang tipo dan segala macam, saya kira manusiawi saja. KPK itu sifatnya terkait pelaksana. Walaupun dengan penuh harapan (UU dibatalkan), kita tidak mungkin berhenti juga. Mau perppu itu keluar atau tidak, kita harus tetap berjalan. Segala kemungkinan sudah kita siapkan.

Adakah kekhawatiran penindakan akan terhambat dengan adanya dewan pengawas?

Kalau tidak salah, dewan pengawas itu begini. Terkait penyadapan, kemudian penggeledahan, penyitaan. Kalau polisi dan jaksa, mereka harus minta ke penetapan pengadilan. Kalau tidak salah, beliau (presiden) menyatakan tidak setuju dengan itu. Jadi diganti dengan dewan pengawas. Jadi, posisinya itu menjadi satu dalam KPK. Saya kira, cara berpikirnya seperti itu. Kalau masalah cepat atau tidak (penindakan dengan izin dewas), nggak begitu berpengaruh. Sebab, kita sekarang lima pimpinan ini sudah berjalan dengan sistem online juga kalau untuk ACC.

Bagaimana OTT yang diperkirakan akan berkurang?

OTT ini bukan satu-satunya cara untuk menyelesaikan tindak pidana korupsi. Sebenarnya pekerjaan KPK jauh lebih banyak pencegahan. Para direkturnya hampir setiap saat keliling di seluruh daerah. Titiknya adalah pencegahan. Penindakan hanya sebagian kecil. Tapi, pencegahan itu selalu kurang menarik dan selama ini kurang aware untuk diberitakan. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c4/agm



Close Ads