alexametrics

Ketua WP KPK Yudi Purnomo: Kritisi Siapa pun Pimpinan Baru KPK

Bincang Seleksi Calon Pimpinan KPK
10 Juli 2019, 14:47:14 WIB

WADAH Pegawai (WP) KPK memegang peranan penting dalam mengawasi laku pimpinan. Sikap kritis dan upaya konkret beberapa kali ditunjukkan WP untuk menjaga pimpinan tetap independen dan profesional. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Agus Dwi Prasetyo dengan Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap tentang seperti apa calon pimpinan (capim) KPK harapan pegawai.

WP KPK belakangan terlibat aktif dalam mengawasi seleksi calon pimpinan KPK 2019 – 2023. Apa yang melandasinya?

Karena kami merupakan bagian dari masyarakat dan pegawai KPK. Artinya, kami mengetahui seluk-beluk di KPK. Sebab, kami terlibat dalam upaya pemberantasan korupsi sebagai pegawai KPK. Kami sudah mengevaluasi kepemimpinan mulai jilid pertama hingga keempat.

Selain itu, ada permasalahan yang belum selesai di KPK. Salah satunya, permasalahan teror yang tidak pernah terungkap. Bahkan, teror terhadap pimpinan tidak terungkap. Apalagi teror terhadap pegawai seperti penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Selanjutnya, ada permasalahan-permasalahan yang kemudian perlu disikapi supaya KPK tetap independen di dalam. Salah satu lembaga yang dipercaya sejak reformasi itu kan KPK. Kekuatan KPK ini sangat luar biasa. Karena itulah, kami terus menjaga KPK.

Bagaimana seharusnya melihat capim KPK itu betul – betul orang yang berintegritas dan layak memimpin KPK pada masa depan?

Saya pikir bisa dilihat dari rekam jejaknya. Orang itu pernah melanggar kode etik atau tidak. Pernah mengisi LHKPN kalau dia tercatat sebagai ASN (aparatur sipil negara) atau penegak hukum sebelumnya. Kemudian, yang ketiga orang itu pernah berseteru dengan KPK dan punya catatan buruk dalam pemberantasan korupsi. Itu bisa dijadikan catatan.

Sekarang masyarakat bisa mencari jejak rekam. Misalnya, di jejak digital, searching nama-nama capim di Google sudah keluar. Atau, mungkin masyarakat yang bertetangga dengan capim bisa melihat kehidupan capim tersebut. Bisa dilaporkan. Mungkin capim itu orang hebat, tetapi bisa saja hubungan dengan tetangganya buruk. Kalau dia sering bertengkar dengan tetangganya, berarti kan tercela. Tercela bukan pidana saja.

Apa ada aspek lain?

Seharusnya pimpinan KPK adalah orang-orang yang loyalitasnya hanya terhadap KPK. Ketika mendaftar KPK, seharusnya dia selesai dengan dirinya seperti dari sisi kesejahteraan. Kemudian, dia sudah tidak tunduk kepada siapa pun. Idealnya memang pada saat mendaftar sudah deklarasi mundur. Namun, karena mungkin belum tentu menang, mereka takut kehilangan pekerjaan. Namun, pada hari itu terpilih, besoknya dia harus mengundurkan diri. Kalau dia tidak mengundurkan diri, kasihan lembaga KPK-nya.

Apa yang dilakukan WP kalau pimpinan terpilih nanti ternyata tidak sesuai dengan harapan?

Yang jelas begini, pimpinan ini berlima. Mereka tidak hanya berani melawan koruptor dan bawahan, tetapi juga koleganya. Jadi, ketika mengetahui koleganya melanggar kode etik maupun pidana, segera bentuk komite etik. Jangan ewuh pakewuh.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c14/agm