alexametrics

Perlu Informasi Jelas, Juga Pemantauan di RS-Puskesmas

10 Mei 2022, 12:12:26 WIB

KARENA penyebabnya belum jelas, yang perlu dilakukan masyarakat dalam menghadapi isu hepatitis akut adalah menjaga pola hidup bersih dan sehat. ’’Jika ada kecurigaan, harus jaga kontak dengan anak yang sakit,” kata Dr dr Agung Dwi Widodo MSi MKedKlin SpMK, dosen mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, kemarin (9/5).

Apa sebenarnya yang dimaksud hepatitis akut?

Suatu peningkatan kasus yang terjadi awalnya di Inggris pada pertengahan April. Kemudian meningkat sampai sekarang. Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Disebut akut karena terjadi mendadak dan biasanya akut itu kurang dari satu minggu kejadiannya.

Apakah yang membedakan hepatitis biasa dengan hepatitis akut?

Hepatitis ini bisa dibagi menjadi dua. Pertama, hepatitis akut yang dalam hitungan 1–2 minggu selesai. Kedua, hepatitis kronis dapat terjadi bulanan hingga bertahun-tahun. Jadi, sebenarnya hepatitis biasa bisa akut dan kronis. Namun, hepatitis akut sekarang yang penyebabnya belum diketahui secara pasti memang mengarah hepatitis yang akut. Kadang, setelah terdeteksi dengan beberapa pemeriksaan, ternyata penyebabnya bukan hepatitis biasa seperti hepatitis A, B, C, D, dan E.

Apakah virus hepatitis ini berbahaya?

Virus hepatitis itu relatif. Ada hepatitis A dan E yang bisa menyebabkan infeksi akut. Biasanya bisa sembuh sendiri. Namun, menimbulkan angka kesakitan dan dapat menyebar serta menjadi wabah karena bisa menular lewat makanan dan minuman. Sedangkan virus hepatitis B, C, dan D, penularannya lewat darah. Ini menyebabkan infeksi kronis. Sementara itu, untuk hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya ini, kelima hepatitis tersebut tidak terdeteksi. Jadi, menunjukkan bukan dari A, B, C, D, dan E.

Bagaimana cara mendeteksi virus hepatitis akut? Tanda-tandanya?

Karena belum diketahui penyebabnya, yang bisa dilakukan untuk mendeteksinya melalui tanya jawab terhadap pasien, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan laboratorium. Tanda-tandanya biasanya diare, mual, muntah, lemas, nafsu makan menurun; nyeri perut, sendi, dan otot, mata atau kulitnya kuning, buang air kencing gelap, kotorannya bisa pucat. Saat ini WHO belum membuat guideline yang pasti untuk mengonfirmasi penyakit ini. Namun, ada beberapa probabilitas hepatitis akut. Yakni, bukan disebabkan hepatitis A, B, C, D, dan E. Selain itu, ada enzim SGOT dan SGPT yang lepas dari liver lebih dari 500. Usianya kurang dari 16 tahun dan ditemukan sejak 1 Oktober 2021 ketika kasus ini muncul.

Apakah penyakit ini disebabkan adenovirus atau terkait dengan SARS-CoV-2? Atau virus lainnya?

Penyebab pasti hingga saat ini belum jelas. Banyak diteliti WHO dan negara-negara Eropa sekarang bahwa adenovirus ditemukan sekitar 72 persen dari kasus hepatitis akut yang penyebabnya belum jelas. Adenovirusnya positif dan ditemukan di darah, tipenya 41F. Kemudian, juga ditemukan AAV (adeno associated virus). Selain itu, ada kecurigaan terjadi post infeksi SARS-CoV-2. Itu kita temukan 18 persen pada kasus di Inggris. Mungkin ada kecurigaan lagi. Kecurigaan lainnya bisa karena autoimun pada pasien tersebut yang menyebabkan kerusakan hati. Kemudian, faktor paparan lingkungan dan terakhir konsumsi obat.

Apakah hepatitis akut misterius dapat mengakibatkan kematian?

Laporan di Inggris, sampai sekarang mereka belum melaporkan ada kematian walaupun di Indonesia dilakukan observasi ada laporan, ada kematian. Namun, masih harus dikonfirmasi terjadi karena hepatitis akut atau bukan. Kalau iya, perlu diinvestigasi.

Bagaimana cara mencegahnya?

Karena penyebabnya belum jelas, yang terpenting perlu adanya edukasi dan informasi yang jelas kita dapatkan. Kemudian, pemantauan surveilans di rumah sakit sampai level puskesmas. Perlu ada kewaspadaan yang standar, jaga pola hidup bersih dan sehat. Jika ada kecurigaan, harus jaga kontak dengan anak yang sakit.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ayu/c7/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads