alexametrics

Yenti Garnasih: Kami Menilai Personal, Bukan Latar Lembaga

Bincang Seleksi Calon Pimpinan KPK
8 Juli 2019, 13:36:12 WIB

SEBANYAK 384 calon pimpinan (capim) KPK sudah mendaftarkan diri ke panitia seleksi (pansel). Ada yang dari petahana, polisi, jaksa, hingga profesi lainnya. Dalam wawancara dengan wartawan Jawa Pos Folly Akbar, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih memastikan akan melihat secara personal dan mengabaikan lembaga.

Pendaftaran capim KPK sudah ditutup.Bagaimana langkah selanjutnya?

Kami akan umumkan (data pelamar) pada 11 Juli. Kami juga umumkan sekaligus bahwa tanggal sekian-sekian (tahapan seleksi). Kalau nggak salah hanya sepekan (setelah pengumuman), peserta langsung mengikuti tes tertulis. Terbuka, bisa diliput. Tes tertulis, tes objektif, dan membuat makalah di tempat.

Selain lembaga negara, apakah pansel akan menggandeng koalisi masyarakat untuk cek track record pendaftar?

Iya, pasti. Dari sekarang saja sudah. Tanggal 11, begitu kami umumkan, kami sampaikan ke masyarakat ini lho nama-namanya. Silakan mulai di-profiling. Kalau sekarang, saya belum berani sampaikan karena perjanjiannya begitu.

Apa langkah pansel kalau ada masukanatau catatan dari publik terkait pelamar?

Akan kami klarifikasi, jangan sampaikan masukan fitnah atau hanya sanjung-sanjung supaya terpilih. Itu terjadi pada pengalaman lalu, sebutkan si A ini bagus sekali. Dalam sehari ada 55 masukan, ternyata dari satu orang yang sama. Apalagi, empat tahun lalu, medsos belum sepesat sekarang. Pada waktu itu saja, kami sampai terima 5.000–6.000 masukan.

Banyak calon dari instansipenegak hukum lain. Bagaimana menjamin independensi dan tidak conflict of interest di kemudian hari?

Selain rekam jejak, kami lihat psikotes dan profile assessment. Kami serahkan kepada ahlinya. Kalau track record kan nanti ditanya, dia pernah nggak cenderung tidak independen. Bahkan, nanti bisa didatangkan di kantornya. Kami punya tim yang tanyakan bagaimana harian dia.

Jadi, tidak masalah ya?

Enggak masalah. Misalnya, dulu Pak Ruki (Taufiequrachman Ruki, Red) bagus, penyidiknya juga dari polisi semua. Jangan lupa lho, yang pertama itu penyidiknya polisi semua. Jadi, kembali ke orangnya, bukan instansinya. Sebab, UU tidak melarang.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c18/agm



Close Ads