alexametrics

Perokok Berada di Posisi Lebih Berbahaya jika Terserang Covid-19

Oleh SANTI MARTINI *)
31 Mei 2021, 13:30:11 WIB

UNDANG-undang Kesehatan tahun 2009 menyatakan sehat merupakan hak atas setiap orang. Tak hanya itu, setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan. Mereka berhak untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.

Selain hak, setiap orang di Indonesia juga mempunyai kewajiban dalam mencapai sehat tersebut. Hal itu berarti setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pada pasal 11 UU tersebut menyebutkan bahwa ”Setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukan kesehatan yang setinggi-tingginya” dan “Setiap orang berkewajiban menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bagi orang lain yang menjadi tanggung jawabnya”.

Artinya dalam mencapai sehat, setiap orang harus berkolaborasi. Tidak hanya sehat individu. Tetapi sehat secara kelompok atau komunitas.

Sasaran dari kesehatan sudah jelas yaitu menjaga orang tetap sehat, tidak jatuh sakit, dan menyehatkan kembali orang yang telah sakit. Salah satu perilaku yang menjadi penyebab sakit adalah merokok. Hari ini adalah Hari Anti Rokok Sedunia. Karena itu, perlulah dipahami tentang bahaya merokok ini bagi kesehatan masyarakat.

Di Indonesia, sebanyak tiga orang merokok di antara sepuluh orang yang berusia 10 tahun ke atas. Artinya ada anak-anak yang telah merokok. Bahkan, target pemerintah menurunkan persentase perokok remaja menjadi lima persen belum tercapai. Ironisnya, malah terjadi sebaliknya. Persentase perokok di kalangan remaja meningkat hampir dua kali lipat.

Padahal telah banyak bukti yang menunjukkan dampak gawat merokok terhadap kesehatan. Bukti tersebut menyebutkan merokok bertanggung jawab terhadap 25 penyakit yang bersifat kronis maupun akut. Menular maupun tidak menular. Serta tidak hanya gangguan pada paru-paru, tapi juga rupa-rupa.

Empat puluh tahun yang lalu telah dibuktikan bahwa di Jepang, paparan asap rokok kepada istri perokok bisa menyebabkan kanker paru-paru. Sekarang bagaimana dengan penyakit baru Covid-19?

Lebih dari setahun kita telah bersama dengan Covid-19. Apakah perokok lebih rentan terhadap penyakit ini? Apakah perokok memiliki risiko Covid-19 lebih parah bahkan kematian?

Sampai saat ini, kasus baru perhari berada pada angka 5000-an sampai 6000-an dengan ratusan kematian. Suatu angka yang tidak dikehendaki oleh siapapun karena kita tidak mau yang kita kenal harus berpulang ke Rahmatullah karena Covid-19. Kenapa kasus kematian di Indonesia sangat tinggi. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah riwayat merokok.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads