alexametrics

Agar Anak-Anak Nyaman Selama Mudik

Oleh CHRIS KUNTADI*
30 Mei 2019, 13:22:30 WIB

JawaPos.com – Lebaran tinggal menghitung hari. Jutaan warga Indonesia bergerak masal kembali ke kampung halaman masing-masing.

Tapi, yang penting untuk diingat, hendaknya keinginan berkumpul bersama keluarga jangan sampai mengorbankan faktor keamanan berkendara. Terutama jika perjalanan tersebut ditempuh bersama buah hati tercinta.

Selama ini Kementerian Perhubungan sudah melarang warga agar tidak menggunakan kendaraan beroda dua untuk berkendara jauh. Kalau memang dengan berbagai alasan tak ada pilihan lain selain menggunakan motor, saya sarankan pemudik memperbanyak waktu istirahat. Sekarang kan sudah banyak sekali rest area (tempat beristirahat) yang disediakan.

Pergunakan area-area beristirahat untuk mengistirahatkan badan dan pikiran. Makan bagi yang tidak puasa atau kalau mau buka juga bisa di tempat-tempat tersebut.

Kalau memang ada waktu, bisa istirahat sejenak buat pijat. Apalagi kalau sedang membawa anak. Kami selalu menyediakan tempat menyusui.

Fasilitas tersebut merupakan hal pertama yang selalu kami cek di ramp check. Baik itu di stasiun, terminal, maupun rest area. Semua kawasan tersebut harus siap digunakan para pemudik yang hendak menyusui.

Juga ingat, ketika mudik menggunakan kendaraan roda dua, jangan membawa barang yang terlalu banyak. Apalagi dalam keadaan pengemudi sedang membawa anak. Tidak hanya membuat anak menjadi tidak nyaman selama berkendara. Tapi, juga sangat membahayakan keselamatan seluruh nyawa yang ada di dalam satu motor tersebut.

Bawaan para pemudik itu kan biasanya akan diikat di badan kendaraan. Baik di bagian depan maupun belakang. Selain beban kendaraan yang berlebih, kencang tidaknya tali yang mengikat ke kendaraan itu bisa menjadi faktor keamanan selama berkendara.

Kendaraan jadi tidak bisa menjaga keseimbangan. Mungkin kalau jarak dekat masih tidak apa-apa. Tapi, kalau mudiknya jarak jauh? Sekali lagi, sangat berbahaya.

Saya memiliki cerita tersendiri tentang seorang pengemudi yang membawa seorang balita. Namun, orang tuanya tetap memaksa untuk membawa barang dalam jumlah banyak. Hasilnya? Bayi tersebut meninggal ketika sudah sampai di tujuan. Kenapa? Karena si bayi itu tidak memiliki ruang yang cukup untuk bernapas.

Dia berada di tengah-tengah antara ayah dan ibunya. Jadi, ketika di tengah perjalanan, dia kelojotan kehabisan udara. Sedangkan ibunya berpikir bayinya sedang rewel. Jadi, memutuskan untuk tidak mengambil tindakan sama sekali. Justru melanjutkan perjalanan seperti biasa.

Selama libur Lebaran ini juga, akan ada banyak sekali fasilitas ramah anak yang akan kami tambah. Ruang bermain dan belajar itu menjadi syarat utama yang harus selalu ada di bandara-bandara.

Di situ anak-anak bisa memilih berbagi mainan. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa bosan setiap kali menunggu pesawat di bandara. Sehingga para orang tua pun tidak perlu terlalu ribet untuk mengawasi buah hati mereka.

Di stasiun pun begitu. Kami juga memiliki petugas khusus difabel yang stand by. Jadi, para pemudik yang membawa anak berkebutuhan khusus selama perjalanan bisa meminta petugas khusus tersebut untuk membantu mereka. Mulai mendampingi anak selama berada di stasiun hingga membantu menenangkan anak tersebut ketika sedang rewel.

*) Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Kementerian Perhubungan

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Drian Bintang/c10/ttg)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua