alexametrics

Dorong Pertumbuhan Industri Pembiayaan

Oleh Bambang W. Budiawan*
29 Januari 2019, 16:04:42 WIB

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan OJK No 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Kami berharap peraturan itu bisa mendorong pertumbuhan industri pembiayaan dan memicu pertumbuhan ekonomi.

POJK yang kami buat merupakan perbaikan POJK sebelumnya. Diterbitkan untuk meningkatkan peran perusahaan pembiayaan dalam perekonomian nasional serta meningkatkan pengaturan prudensial dan perlindungan konsumen.

Beberapa hal yang kami atur melalui POJK ini terkait dengan bisnis perusahaan pembiayaan. POJK juga mengatur pembiayaan kendaraan bermotor dengan uang muka nol persen. Syaratnya, perusahaan pembiayaan yang akan menerapkan uang muka nol persen harus memiliki tingkat kesehatan keuangan yang baik dan rasio non-performing financing (NPF) netto-nya di bawah 1 persen.

Karakteristik perusahaan pembiayaan yang sehat ditandai oleh pemilihan atau seleksi segmen market yang jelas dan proses underwriting yang hati-hati.

Ketentuan nol persen itu berlaku untuk pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan tiga serta roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan investasi. Juga, kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan multiguna.

Tidak perlu khawatir soal peningkatan NPF. Sebab, tidak semua calon debitor bisa mendapatkan uang muka nol persen. Ketentuan itu kami harap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan alternatif transportasi sesuai dengan kemampuan.

Perusahaan pembiayaan wajib bertanggung jawab penuh atas segala dampak yang ditimbulkan dari kerja sama dengan pihak lain di bidang penagihan ini. Perusahaan pembiayaan tidak wajib menerapkan aturan uang muka nol persen. Mereka boleh memilih.

Untuk menjaga agar NPF tidak naik, OJK mendorong untuk menerapkan risk management yang benar. Persepsi bahwa perusahaan pembiayaan hanya untuk konsumsi tidaklah benar. Sebab, di pedesaan, kendaraan bermotor kebanyakan digunakan untuk mengangkut sayur, pasir, dan lain-lain.

Kami bersama pemerintah belum puas dengan pertumbuhan penyaluran kredit. Padahal, kredit menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi. Intinya, kami ingin mendorong perusahaan pembiayaan, tetapi tidak berarti tanpa risiko.

Perusahaan pembiayaan harus berhati-hati memilih debitor. Misalnya, melihat track record mereka sehingga kalau mau repeat order bisa diberi karena bagus.

Perlu dipahami, uang muka nol persen ini bukan semata konsumtif. Perusahaan yang sehat sudah memiliki banyak pengalaman memilih debitor. Mereka tahu bagaimana harus memberikan uang muka nol persen.

Perlu diketahui, perusahaan yang memiliki NPF rendah atau di bawah 1 persen adalah perusahaan yang bergelut dengan uang muka tinggi. Karena itu, perlu sangat berhati-hati dalam memilih debitor. 

*) Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/ Disarikan dari wawancara dengan reporter Jawa Pos Anisatul Umah/c5/oni)

Dorong Pertumbuhan Industri Pembiayaan