alexametrics

Merah Putih, Kami Sedang Bangun Fondasinya

Oleh AMIN SOEBANDRIO*
28 Juli 2020, 18:03:32 WIB

BERBAGAI negara tengah berlomba membuat vaksin SARS-CoV-2. Indonesia termasuk di dalamnya. Kami di Eijkman mulai meneliti sejak Mei lalu.

Meski baru calon, sudah bernama: Merah Putih. Calon vaksin itu memang masih 30 persen. Ibarat rumah, Eijkman masih membuat fondasinya.

Memang terkesan lama. Namun, agar rumahnya kukuh dan tidak roboh, fondasi harus kuat.

Setelah fondasi selesai, selanjutnya bisa lebih mudah dan cepat. Kami menargetkan Februari tahun depan rampung untuk diserahkan ke industri farmasi buat dikembangkan.

Memulai pada Mei atau setelah banyak negara lain memulai memang memiliki tantangan. Salah satunya adalah menemukan reagen.

Kami harus impor. Sementara banyak peneliti yang juga mencari reagen ini. Jadi, harus antre. Belum lagi penerbangan belum normal.

Selama dua bulan terakhir menjadi hal seru di Laboratorium Eijkman. Seperti percobaan-percobaan sebelumnya, dalam membangun fondasi juga ada gagalnya.

Itu wajar. Namun, kami tak patah arang. Kami semangat mencoba untuk mengembangkan antigen yang nanti bisa menjadi bibit vaksin.

Namanya ”bermain” dengan makhluk hidup, tak bisa dipaksakan cepat selesai. Harus sabar menunggu virus membelah diri.

Tak bisa diburu-buru menumbuhkan sel. Yang bisa dipercepat adalah proses perizinan dan uji klinis. Tentu setelah bibit vaksin Merah Putih ditemukan yang ditargetkan Februari nanti.

Yang kami lakukan ini berbeda dengan produk bibit vaksin dari Tiongkok. Jika yang dari Tiongkok itu mematikan virusnya lalu dijadikan vaksin, kami tidak. Kami menggunakan sebagian kecil dari virusnya atau rekombinan. Untuk itu, penelitian ini harus mengikuti siklus hidupnya.

Cara kami ini sudah dilakukan banyak peneliti vaksin. Misalnya, vaksin untuk hepatitis. Meski berbeda cara, tak bisa mengeklaim salah satu lebih baik daripada yang lainnya. Perlu uji lanjutan di uji klinis nanti.

Kembali pada yang kami lakukan. Kami melakukan duplikasi gen atau sering disebut amplifikasi gen.

Ada sepuluh virus. Sembilan virus dari kelompok L dan satu virus dari kelompok O. O dan L itu merupakan hasil pengelompokan SARS-CoV-2 yang dilakukan berbagai peneliti, lalu dikumpulkan lembaga internasional GISAID.

Proses amplifikasi gen itu menggunakan protein S dan N. Setelah sel tumbuh, gen dikloning atau diperbanyak. Selanjutnya dimasukkan ke sel mamalia untuk menghasilkan protein rekombinan. Eijkman sedang menunggu proses itu.

Setelah proses tersebut selesai, dilakukan purifikasi atau dicuci. Perkiraan sekitar tiga bulan ke depan selesai. Setelah itu, dilakukan uji coba ke hewan. Jika proses uji coba tersebut selesai, barulah ditemukan bibit vaksin, lalu diserahkan ke industri farmasi.

Prosesnya memang panjang. Namun, kami akan berusaha sebaik-baiknya di laboratorium. Semoga, Merah Putih bisa memberikan harapan baru.

*) Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman

**) Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Ferlynda Putri.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c7/ttg



Close Ads